Jepara – Warga di Kepulauan Karimunjawa , Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kesulitan memdapatkan BBM. Hal ini terjadi dikarenakan PT Pertamina telah melarang pembelian oleh pengecer bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umun (SPBU) di Karimunjawa. Antrean panjang hingga ratusan meter terjadi di SPBU satu- satunya di pulau karimunjawa Rabu (1/4/2026).
Petinggi Karimunjawa Arif Setiawan mengatakan, larangan pembelian bagi pengecer telah diterapkan sekitar satu pekan terakhir. Kondisi ini berdampak luas bagi masyarakat kepulauan dan juga wisatawan yang ada di pulau tersebut.
” Sudah satu pekan pengecer dilarang beli BBM di SPBU, mau tidak mau warga harus beli dan antre di SPBU dan mengakibatkan antrean panjang, wisatawan yang harusnya di sini berwisata malah jadi ikut antre BBM” jelasnya.
Padahal kata Arif, selama ini, pengecer diperkenankan dengan pemberian surat rekomendasi dari desa dan kecamatan.
Setiap pengecer bisa membeli langsung sebanyak 400 – 500 liter.
” Selama ini ya pengecer boleh beli BBM dengan syarat dapat surat rekomendasi daei desa dan kecamatan, setiap pengecer boleh beli BBM sebanyak 400 – 500 liter,” jelasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan, menyatakan stok BBM di pulau Karimunjawa aman.Termasuk Pertalite, dalam kondisi aman dengan pengiriman rutin setiap minggu.
“Terkait pembelian melalui pengecer, perlu kami sampaikan bahwa sesuai ketentuan, penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite tidak diperuntukkan untuk diperjualbelikan kembali secara eceran. Oleh karena itu, pembelian di SPBU difokuskan langsung kepada konsumen yang berhak sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.












