Berita

Perajin Tempe Jepara Kena Dampak Perang AS Hargai Kedelai Melambung Tinggi

10
×

Perajin Tempe Jepara Kena Dampak Perang AS Hargai Kedelai Melambung Tinggi<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260402_184042_003.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Melambungnya harga kedelai impor imbas perang Amerika Serikat dan Iran, mulai memukul perajin tempe rumahan di kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kondisi ini memaksa para perajin tempe menyiasati situasi dengan memperkecil ukuran produk mereka.


Nursanto (40), salah satu perajin tempe asal Desa Pecangaan Wetan, Kecamatan Pecangaan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai membuatnya harus mengambil langkah memperkecil ukuran produk tersebut.

Saat ini, harga kedelai telah mencapai Rp 11.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 8.600 per kilogram. Lonjakan harga kedelai ini sudah terjadi sejak sebelum Idul Fitri 1447 H.


” Harga kedelai naiknya sangat cepat sekali, sekarang harganya Rp 11.000 per kilogram, sebelumnya Rp 8.600 per kilogram. Kenaikan ini sebelum lebaran,”
Jelasnya Kamis (2/4/2026).


Nursanto mengatakan dalam sehari ia dibantu 4 karyawannya mampu memproduksi kedelai untuk bahan baku tempe sebanyak 3 kwintal. Ia mengaku mengunakan kedelai untuk membuat tempe dari Amerika karena kwalitasnya yang baik. Meski harganya melabung tinggi bahan baku di pasaran masih tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *