Turis

Bodo Apem Sukodono Tradisi Warisan Leluhur Yang Terus Terjaga di Jepara

4
×

Bodo Apem Sukodono Tradisi Warisan Leluhur Yang Terus Terjaga di Jepara<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260327_185007_977.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Di Desa Sukodono Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terdapat tradisi Bodo Apem atau Barian Apem Sukodono. Tradisi ini digelar setiap Jumat Pon di bulan Syawal, tepat sepekan setelah Idulfitri.


Petinggi Desa Sukodono, Sagiman, mengatakan, apem adalah kue tradisional Jawa berbahan dasar tepung beras, gula, santan, dan tape yang difermentasi, lalu dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang (dibakar). Barian Apem bukan sekadar ritual makan bersama. Lebih dari itu, ia menjadi simbol permohonan maaf, rasa syukur, sekaligus penguat tali silaturahmi. Kata “apem” sendiri, menurut dia berasal dari bahasa Arab “afwan” atau “afuwwun” yang berarti ampunan.


“Tradisi ini melambangkan permohonan maaf kepada sesama dan kepada Gusti Allah. Ini juga bagian dari halal bihalal warga, tapi dengan cara yang diwariskan leluhur,” ujar Sagiman Jumat (27/3/2026).


Ia menuturkan, Barian Apem merupakan tradisi turun-temurun yang hingga kini masih dijaga. Meski tidak memiliki catatan sejarah tertulis yang pasti, tradisi ini diyakini sudah berlangsung sejak lama dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.


“Barian apem ini masih berkaitan erat dengan Idulfitri. Dulu orang tua membuat kegiatan ini sebagai bentuk kebersamaan setelah lebaran. Dilaksanakan tetap di bulan Syawal, tepatnya Jumat Pon,” jelasnya.


Keunikan tradisi ini tidak hanya terletak pada waktu pelaksanaan, tetapi juga pada bentuk apem itu sendiri. Berbeda dengan apem di daerah lain, apem Sukodono berukuran besar dan berbentuk bulat sempurna. Ukuran jumbo itu bukan tanpa makna.


“Bentuk bulat besar ini melambangkan kebulatan tekad masyarakat Sukodono. Guyub, rukun, kebersamaan itu sangat menonjol di sini,” tambah Sagiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *