He&She

Inilah Sosok Pembuat Miniatur Kapal Untuk Sesaji Kepala Kerbau Pada Pesta Lomban di Jepara

5
×

Inilah Sosok Pembuat Miniatur Kapal Untuk Sesaji Kepala Kerbau Pada Pesta Lomban di Jepara<br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260326_193749_689.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Agus Mardiko (54) warga Gang sari samudra , RT 4 RW 4 , Kelurahan Ujung Batu Jepara sudah 22 tahun dipercaya membuat miniatur kapal untuk sesaji kepala kerbau pada pesta lomban yang diadakan pada sepekan idulfitri.


Miniatur kapal yang dibuat mempunyai makna dan arti yang tidak banyak orang mengetahuinya.


Miniatur kapal kata Agus harus di buat pada pertengahan ramadhan dan pada hari pasaran legi untuk penanggalan jawa. Legi dipilih karena diyakini merupakan haru baik untuk memulai pekerjaan. Selain itu sang pembuat harus bersih dari hadas.


” Kami mengawali pembuatan kapal miniatur ini dimulai pada pertengahan ramadhan pada pasaran legi ,” unkapnya Kamis (26/3/2026).


Miniatur kapal kata dia harus di buat dari tiga bahan yang tidak boleh di tinggalkan. Diantaranya pohon pisang raja, bambu apus dan kain putih.


” Dari tiga bahan itu, mempunyai arti pisang raja yang dimaknai raja setan yang di tusuk mengunakan bambu apus. Sehingga timbulah kain putih yang berarti kembali suci,” jelasnya.

Miniatur kapal untuk pesta lomban tahun ini berbeda ukuran dengan tahun lalu. Ukurannya lebih panjang yakni 4,5 meter dengan lebar 30 sentimeter.


” Ukuran miniatur kapal ini lebih panjang dari tahun lalu karena menyeauaikan cuaca dan juga atas masukan dari masyarakat agar dibuat berbeda dan lebih bagus saat dilihat,” kata Agus.


Soal anggaran, dirinya menyebut mendapatkan anggaran dari Pemerintah Kabupatan Jepara sebanyak Rp 6,6 juta rupiah. Anggaran tersbut untuk miniatur kapal sekaligus termasuk sragam dan tenaga pemikul saat prosesi larungan berlangsung.


” Alhamdulillah tahun ini anggaran dari pemerintah sudah cukup, berbeda dengan tahun lalu, karna bahan baku pembuatan miniatur kapal juga mengalami peningkatan,” jelasnya.


Agus menceritakan, setelah minuatur jadi nanti akan dibawah ke rumah mantan petiggi ujung batu untuk di doakan dan diberi sesaji termasuk kepala kerbau yang sudah di sembelih pada Jumat 27 maret 2026 pagi.


” Jumat sore jam 3 sudah kita antar ke rumah mantan petinggi ujung batu, nanti dirumahnya sudah disiapkan sesaji dan kepala kerbau. Selanjutnya miniatur kapal di taruh ke TPI ujung batu saat pementasan wayang kulit malam hari sampai pagi hingga dilarung ke laut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *