Berita

Libur Idul Fitri Ribuan Warga Saksikan Balap Lari di Alun – alun Jepara

6
×

Libur Idul Fitri Ribuan Warga Saksikan Balap Lari di Alun – alun Jepara

Sebarkan artikel ini

Jepara – Ratusan remaja di Jepara menunjukan kecepepatan berlarinya dalam event P Balap yang digelar di alun – alun Jepara Kamis (19/3/2026) dini hari. Balap lari dengan panjang 100 meter ini menjadi ajang hiburan menjelang sahur bagi ribuan masyarakat yang tengah menikmati libur jelang idul fitri.


Warga antusias menyaksikan agenda perdana ini. Penonton membludak di sepanjang rute lari, menciptakan atmosfer kompetisi yang positif di tengah suasana bulan suci Ramadan dan menjelang idul fitri.


Peserta dalam ajang balap lari ini tidak hanya dari kalangan masyarakat sipil saja, melainkan polisi juga turut andil dalam adu kecepatan berlari itu.


Arwin maulana (22) warga Desa Pancur Mayong yang baru pulang dari perantauan menyambut baik event balap lari ini. Baginya mengikuti balap lari ini merupakan pengalaman pertama.


” Baru pulang dari merntau di Bali ada event ini, asik dan menyehatkan, ini baru pertama kali ada event balap lari di Jepara dan saya langsung ikut,” ungkapnya.


Arwin mengaku mengetahui adanya event balap lari ini dari media sosial. Selama di tanah perantau ia juga aktif ikut komunitas lari disana. Jadi ketika pulang kampung ada moment balap lari iapun langsung mendaftar.

” Di Bali saya aktif lari bersama teman teman disana, pas pulang untuk liburan idul fitri ada moment lomba lari ya saya langsung daftar,” terangnya.


Baginya event balap lari seperti ini adalah kegiatan yang positif ditengah maraknya aksi balap motor liar yang dilakukan para remaja. Dirinyapun berharap kedepan event balap lari seperti ini rutin digelar agar para remaja dapat mengikuti kegiatan yang positif dan menyehatkan seperti ini.


” Kedepan harus ada lagi, jangan hanya malam ini saja. Karena selama ramadhan kan banyak anak muda yang melalukan aksi balap liar mengunakan sepeda motor. Dengan adanya event lari ini saya berharap aksi balap liar dengan motor yang dilakukan remaja dapat dikurangi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *