Berita

Umat Hindu Laksanakan Nyepi, Masjid di Plajan Tak Kumandangkan Azan dan Takbir Dengan Pengeras Suara

11
×

Umat Hindu Laksanakan Nyepi, Masjid di Plajan Tak Kumandangkan Azan dan Takbir Dengan Pengeras Suara

Sebarkan artikel ini

Jepara- Umat Islam di Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hari ini tak menggunakan pengeras suara saat mengumandangkan azan. Itu sebagai bentuk toleransi kepada umat Hindu yang sedang melaksanakan caturbrata penyepian atau Nyepi yang jatuh pada hari ini Kamis (19/3/2026).


Jemaah Masjid At Taqwa Desa Plajan, Sukardi menyampaikan, tidak hari ini saja mengumandangkan azan tidak menggunakan pengeras suara. Tetapi sejak kemarin.


“Tidak hanya hari ini saja, sebagai bentuk toleransi antar umat beragama Masjid At Taqwa yang letaknya tidak jauh dari pura Pusar Bumi tidak mengunakan pengeras suara saat azan sudah sejak kemarin saat prosesi mecaru atau Sembahyang Tawur Agung, karena nanti malam Muhammadiah sudah melaksanakan takbir, takbir juga tidak mengunakan pengeras suara,” katanya.


Sukardi mengatakan, Selain tidak menggunakan pengeras suara, masyarakat juga diimbau tidak  membuat kegaduhan. Itu seperti memutar musik dengan suara  keras.

 
“Ini bentuk toleransi kami kepada umat Hindu. Tidak azan dan takbir dengan pengeras suara,tidak menyetel musik, tidak bekerja dengan alat yang berisik pokoknya tidak membuat gaduh,” jelasnya.


Sukardi menambahkan, pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga, berkait pelaksanaan Nyepi.Masyarakat diminta untuk tidak membuat kegaduhan. Serta, meminta masyarakat yang tidak melaksanakan Nyepi untum melakukan ronda. 


” ini kami lakukan secara bergantian saat umat Hindi Nyepi yang muslim ikut berjaga atau ronda, waktu lebaran tiba, umat Hindu juga bertoleransi dengan ikut merayakan Idul Fitri, hingga menjaga tempat peribadatan,” kata dia.


Sementara menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jepara, Ngarbianto hari ini ada sekitar 500 umat hindu yang menjalankan caturbrata penyepian di desa Plajan. Sementara di desa ini terdapat 4 pura. Toleransi antar umat beragama di Desa Plajan ini menurutnya sudah berjalan sejaklama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *