Berita

Anak 6 Tahun di Jepara Ditemukan Meninggal Dunia Usai Pamit Bermain Ke Rumah Tetangga

20
×

Anak 6 Tahun di Jepara Ditemukan Meninggal Dunia Usai Pamit Bermain Ke Rumah Tetangga<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260428_083828_968.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kedung Bule, Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Korban ditemukan pada Selasa (28/4/2026) dini hari setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, peristiwa tragis ini bermula pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban bernama Alwani warga RT 4 RW 1 Desa Sowan Kidul diketahui pulang sekolah, kemudian berganti pakaian dan berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain ke rumah temannya yang berada di seberang sungai dengan mengendarai sepeda.


” Sepulang sekolah korban ganti baju dan berpamitan mau main ke rumah temannya yang ada di seberang sungai ,” ungkapnya.


Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang. Keluarga yang khawatir kemudian berinisiatif mencari ke rumah teman yang dituju. Hasilnya, korban ternyata tidak pernah datang ke lokasi tersebut.


Pencarian pun segera dilakukan oleh warga setempat hingga malam hari. Karena belum membuahkan hasil, warga kemudian menghubungi BPBD Kabupaten Jepara untuk meminta bantuan pencarian.


” Sore hingga malam anak tidak ada pulang lalu keluarga menghubungi BPBD untuk melakukan pencarian,” terang Arwin.


Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jepara bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.


Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada Selasa (28/4/2026) pukul 00.57 WIB.


“Korban ditemukan di aliran sungai dengan jarak sekitar 700 meter ke arah utara dari rumahnya dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Arwin.


Arwin menyampaikan bahwa proses pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Tagana, PP Rescue, Ubaloka, Bagana, pemerintah desa, serta warga setempat.


“Upaya yang dilakukan meliputi pengumpulan data, koordinasi dengan pemerintah desa, serta pengerahan petugas TRC ke lokasi kejadian,” ujarnya.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area berisiko seperti sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *