Berita

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Sesosok Pria Tewas Mengapung di Pesisir Jepara

20
×

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Sesosok Pria Tewas Mengapung di Pesisir Jepara<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260428_084201_712.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara– Penemuan mayat pria tanpa identitas menghebohkan warga pesisir Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara Kota, Senin (27/4/2026) pagi. Jasad tersebut ditemukan mengapung di perairan Ngelak–Kaliwiso oleh nelayan yang hendak melaut sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah dilakukan penyelidikan Polisi berhasil mengungkap penyebab kematian pria itu.


Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, mayat itu bernama Zalul Umar, warga RT 15 RW 4 Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara Kota. Selain melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi, polisi juga meminta bantuan Biddokkes Polda Jateng untuk melakukan autopsi.


” Pria itu mengalami mati lemas. Di tubuhnya terdapat banyak minyak yang berasal dari minuman keras (miras) yang ditenggak almarhum,” ukar AKP Wildan, Selasa (28/4/2026).


Sedangkan untuk luka-luka yang ada di tubuh korban, Wildan menyebut itu merupakan luka pasca meninggal dunia. Antara lain terkena baling-baling perahu nelayan.


“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kita masih butuh cek paru-paru korban. Nanti sebagian organ kami cek secara toksiologi. Butuh waktu sehari dua hari. Hasil sementara kematiannya bukan karena pembunuhan seperti yang diviralkan di media sosial,” terang Wildan.


Berdasarkan keterangan empat saksi, Wildan menceritakan bahwa kemarin siang korban dan temannya menonton konser musik di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) di Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara.


Setelah itu, bersama seorang temannya, korban minum miras di depan kantor Syahbandar di kompleks pelabuhan Jepara. Mereka menenggak miras dari sore hingga pukul 20.00 WIB.


Salah satu saksi mengaku, terakhir kali melihat korban masih berada di lokasi yang sama sendirian. Semua temannya sudah pulang.


“Almarhum sempat dibangunin temannya karena sudah malam. Tapi dia bilang duluan saja. Lalu lanjut tidur lagi di pinggir laut. Sehingga ada dugaan dia terjatuh dalam kondisi mabuk,” ujar Wildan.


Jasad pria itu pertama kali ditemukan nelayan sekitar pukul 05.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban meninggal lima jam sebelum ditemukan.


“Kesimpulan sementara bukan korban pembunuhan. Tapi meninggal diduga karena tenggelam dalam kondisi mabuk,” tandas AKP Wildan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *