Berita

Unik, Koper Calon Jemaah Haji Jepara Ditandai Boneka hingga Tali Rafia

11
×

Unik, Koper Calon Jemaah Haji Jepara Ditandai Boneka hingga Tali Rafia<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260501_225029_449.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara, — Pemandangan unik terlihat dalam proses pengumpulan koper calon jemaah haji asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Beragam tanda mencolok seperti boneka, gembok, tali rafia, pita , hingga sobekan kain warna warni sengaja dipasang pada koper untuk memudahkan identifikasi dan mencegah tertukar dengan milik jemaah lain.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati, menjelaskan bahwa penandaan koper ini merupakan inisiatif jemaah agar lebih mudah dikenali di tengah ribuan koper yang serupa.


“Banyak jemaah memberi tanda khusus seperti boneka, pita, gembok, tali rafia atau kain agar koper mereka tidak tertukar dengan milik jemaah lain,” ujar Zuliyati, Jumat (1/5/2026).


“Secara tampilan koper memang hampir sama semua, sehingga kreativitas jemaah dalam memberi tanda ini sangat membantu saat pengambilan nanti,” lanjutnya.


Hari ini pihaknya melakukan pengumpulan koper untuk kloter 36, 37, dan 38. Ini bagian dari persiapan keberangkatan yang sudah semakin dekat.


“Insyaallah besok pagi pukul 05.00 WIB koper jemaah akan diberangkatkan menuju Asrama Embarkasi Donohudan di Solo,” tambahnya.
“Untuk ketiga kloter tersebut dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu 3 Mei 2026,” ungkap Zuliyati.


Ia merinci jumlah jemaah pada masing-masing kloter, yakni kloter 36 sebanyak 163 jemaah, kloter 37 sebanyak 353 jemaah setelah satu orang dinyatakan lunas tunda karena sakit, serta kloter 38 sebanyak 351 jemaah.


Sementara itu, dua kloter sisanya akan diberangkatkan pada 4 Mei 2026. Proses pengumpulan koper untuk kloter tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei mulai pukul 15.00 WIB, sebelum kemudian disegel oleh pihak PT Pos dan dikirim ke embarkasi.

Dari data terbaru, total jemaah haji asal Jepara yang semula berjumlah 1.547 orang kini menjadi 1.541 jemaah. Hal ini disebabkan adanya enam jemaah yang masuk kategori lunas tunda karena berbagai alasan, seperti sakit, meninggal dunia, hingga pendampingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *