Jepara, – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar program peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Sekuro Vilage Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini fokus pada penguatan strategi media sosial untuk menembus pasar global.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan riset dan inovasi agar pelaku usaha lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Lestari Moerdijat mengatakan, bahwa sektor UMKM di Jepara menyerap sekitar 70.000 tenaga kerja, sementara sektor industri formal menampung hampir 300.000 pekerja. Industri mebel masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap perekonomian daerah.
“UMKM Jepara memiliki potensi besar, tetapi masih menghadapi tantangan serius dalam rantai distribusi dan pemasaran,” ujar Lestari Moerdijat.
Kesenjangan harga menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti dalam diskusi tersebut.
“Produk yang di tingkat perajin dihargai Rp20.000 hingga Rp30.000, bisa dijual berkali lipat lebih mahal di pasar global,” ungkapnya.
Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya perubahan pola bisnis UMKM dari sekadar berbasis pesanan atau order-driven menjadi berbasis merek atau brand-driven.
“Pelaku UMKM harus mulai membangun brand sendiri agar tidak terus berada di posisi sebagai produsen pihak ketiga,” tegasnya.
Menurutnya, penguasaan media sosial menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional juga diarahkan untuk menutup kesenjangan pemahaman teknologi atau digital gap di kalangan pelaku usaha.
“Strategi media sosial bukan sekadar mengunggah foto, tetapi bagaimana membangun branding, memahami pasar, dan meningkatkan nilai jual produk,” jelasnya.
Produk kreatif berbahan kayu seperti tas dan tumbler dinilai memiliki peluang besar di pasar global, terutama karena sesuai dengan tren gaya hidup generasi muda yang mengutamakan estetika dan fungsi.
Program ini diharapkan diikuti dengan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait, sehingga UMKM Jepara tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga mampu bersaing di pasar digital internasional.












