Berita

Sambut Bodo Kupat Penjul Janur dan Ketupat di Jepara Raup Omset Jutaan Rupiah

5
×

Sambut Bodo Kupat Penjul Janur dan Ketupat di Jepara Raup Omset Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini

Jepara – Sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Jawa, mulai bersiap merayakan Bodho Kupat atau Lebaran Ketupat. Tradisi tahunan ini identik dengan penyajian ketupat yang disantap bersama opor ayam atau rendang.


Bodo Kupat atau Lebaran Ketupat adalah tradisi masyarakat Jawa yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri (8 Syawal), ditandai dengan membuat dan berbagi ketupat. Tradisi ini melambangkan rasa syukur, permohonan maaf (ngaku lepat), dan silaturahmi yang sering dirayakan dengan makan bersama, sedekah, dan berwisata. 


Moment inipun di manfaatkan Supri (30) Warga Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara untuk menjual janur atau daun kelapa muda dan ketupat . Sejak lebaran ke 2 Minggu (22/3/2026) ia sudah berjualan di pasar Ngabul. Dirinya menjual janur yang ia beli dari tetangganya sejak sebelum idulfitri. Sementara ketupatnya dibuat sendiri.


” Saya sudah berjualan sejak hari ke 2 lebaran di pasar Ngabul dari fajar sampai siang, kalau janurnya ini, janur asli Jepara saya dapatkan dari pohon tetangga, kalau ketupatnya saya buat sendiri dan keluarga” ungkapnya Senin (23/3/2026).


Supri menerangkan, bahwa harga janur dan ketupat bervariasi. Harganya mulai Rp 8.000 setiap 10 lembar janur. Sedangkan untuk ketupat yang sudah jadi ia jual dengan harga Rp 12.000 per paknya.


“Harga 10 lembar janur mulai Rp 8.000 dan ketupat yang sudah jadi saya jual seharga Rp 8.000 per pak,” terangnya.


Supri juga melayani pembelian partai besar dengan paket seribu janur yang ia jual seharga Rp 300 ribu rupiah hingga Rp 400 ribu rupiah.


” Ada juga yang membeli satu paket isi seribu lembar janur. Kalau itu saya jual di harga Rp 300 ribu rupiah sampai dengan Rp 400 ribu rupiah tergantung kwalitas janurnya”, terang pria yang sehari hari berjualan ikan lele itu.


Dalam sehari berjualan kata Supri ia mampu menjual lima ribu lebih lembar janur dan lima ratusan ketupat dengan omset kurang lebih Rp. 3 juta rupiah perhari. Pembeli janur dan ketupat yang ia jual tidak hanya warga Jepara saja, melainkan pembeli dari luar kota juga membeli dagangannya itu.


” Sehari kemarin alhamdulillah laku 5 ribu lembar janur dan 500san ketupat, kalau omset ya sekitar Rp 3 juta rupiah. Pembelinya tidak hanya warga Jepara saja ada yang dari luar kota sengaja datang ke Jepara untuk membeli janur,” jelasnya.


Dirinya memprediksi pembelian janur dan ketupat semakin meningkat mendekati bodo kupat. Biasanya hari ke 6 idul fitri pembelian janur dan ketupat mencapai puncaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *