Berita

Dalang Cilik Pikat Ribuan Warga di Alun-alun Jepara, Bukti Regenerasi Seni Tradisi

9
×

Dalang Cilik Pikat Ribuan Warga di Alun-alun Jepara, Bukti Regenerasi Seni Tradisi

Sebarkan artikel ini

Jepara — Penampilan tujuh dalang cilik menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara Wilujengan Nagari dan doa lintas agama yang digelar Jumat (10/04/2026) malam.

Meski tampil di hadapan ribuan penonton, para dalang muda ini mampu menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan yang mengesankan dalam membawakan lakon Banjaran Bima.


Dengan iringan gamelan yang mengalun syahdu, satu per satu dalang cilik memainkan tokoh wayang dengan penuh penghayatan. Mereka tidak hanya piawai menggerakkan wayang, tetapi juga mampu mengolah suara, membangun alur cerita, hingga menghidupkan karakter Bima yang dikenal tegas, jujur, dan berani.


Penampilan ini menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku seni wayang di Jepara terus berjalan. Di tengah arus modernisasi, kehadiran dalang cilik justru menghadirkan harapan baru bagi kelestarian budaya tradisional yang mulai jarang diminati generasi muda.


Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam seni pedalangan bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga sarana pendidikan karakter.


“Dalang cilik ini luar biasa. Mereka bukan hanya tampil, tapi juga membawa nilai-nilai kehidupan seperti keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati,” ujarnya.


Salah satu dalang cilik, A.F. Gunawan (13), mengaku bangga bisa tampil dalam acara besar tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam dunia pedalangan.


“Senang sekali bisa tampil di depan banyak orang. Ini pengalaman berharga bagi saya,” ungkapnya.


Apresiasi juga datang dari masyarakat. Savitri (33), warga Batealit, mengaku terkesan dengan kemampuan para dalang muda yang dinilai mampu menarik minat anak-anak untuk kembali mengenal budaya wayang.


“Anak-anak jadi ikut tertarik menonton wayang. Ini penting supaya budaya kita tidak hilang,” katanya.


Penampilan dalang cilik ini menjadi penutup yang berkesan dalam peringatan Hari Jadi Jepara ke-477. Tak hanya menjadi tontonan, pertunjukan ini juga menjadi tuntunan, mengajarkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat sekaligus menegaskan bahwa masa depan seni tradisi berada di tangan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *