Jepara,– Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menggelar Job Fair Jepara 2026 dengan menyediakan 2.145 lowongan pekerjaan dari 21 perusahaan di Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara, Jumat (8/5/2026). Bursa kerja ini menjadi salah satu langkah Pemkab Jepara untuk menekan angka pengangguran terbuka yang masih mencapai puluhan ribu orang.
Berdasarkan data Informasi Pasar Kerja (IPK) 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Jepara tercatat sebesar 3,30 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 711.519 orang, terdapat 23.495 pengangguran terbuka.
Sedangkan laporan IPK per 30 April 2026 Jumlah Lowongan Kerja 1.605 dan Loker khusus job fair 2.145 terdaftar dan 10 diantaranya untuk penyandang disabilitas. Pencari kerja terdaftar 5.599 dan penempatan tenaga Kerja yang dilaporkan sejumlah 1.904 orang.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, hadirnya ribuan lowongan kerja dari berbagai sektor menunjukkan perkembangan ekonomi Jepara yang semakin beragam dan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Jepara tetap menjaga identitas sebagai kota ukir, tetapi pada saat yang sama kita juga membuka diri terhadap tumbuhnya sektor-sektor ekonomi baru yang membuka banyak lapangan kerja,” ujar Witiarso saat membuka Job Fair Jepara 2026.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci penting untuk menekan angka pengangguran di Jepara.
“Semakin banyak peluang kerja yang tercipta, semakin besar manfaatnya terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengingatkan para pencari kerja, khususnya lulusan baru, agar tidak hanya mengandalkan ijazah dalam memasuki dunia kerja.
“Dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga disiplin, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar,” ungkapnya.
Selain membuka ribuan lowongan kerja umum, Job Fair Jepara 2026 juga menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sedikitnya 10 lowongan kerja disiapkan khusus untuk tenaga kerja disabilitas.
“Penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaik,” tegas Witiarso.
Sementara itu, Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza menjelaskan, job fair tahun ini memanfaatkan sistem digital melalui platform yokerjo.jepara.go.id untuk mempermudah proses pendaftaran perusahaan maupun pencari kerja.
“Perusahaan wajib melakukan pendaftaran lowongan dan pencari kerja harus mendaftar untuk mendapatkan barcode sebagai akses masuk area job fair,” jelas Zamroni.
Ia menambahkan, pelaksanaan job fair menjadi bagian dari strategi daerah dalam mengurangi pengangguran terbuka sekaligus mendukung program Jepara Karya dan visi pembangunan “Jepara Mulus”.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak baik bagi penanganan pengangguran terbuka dan memfasilitasi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya,” pungkasnya.












