Berita

Awal Tahun Hingga Mei 678 Kasus TBC Ditemukan di Jepara

7
×

Awal Tahun Hingga Mei 678 Kasus TBC Ditemukan di Jepara

Sebarkan artikel ini

Jepara, — Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, sebanyak 678 kasus TBC ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026.


Untuk memperkuat penanganan kasus, Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan 160 kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa dan kelurahan untuk mendampingi pasien TBC di wilayah masing-masing.


Sebelum diterjunkan ke masyarakat, para kader mendapat pembekalan melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC yang digelar di Pendopo Kartini Jepara, Kamis (7/5/2026).


Materi yang diberikan meliputi pengenalan gejala TBC, pencegahan penularan, hingga pendampingan pasien agar tidak putus menjalani pengobatan.


Ketua I TP PKK Jepara, Syahnez Danniar Yusuf, mengatakan TBC masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian bersama. Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam membantu pencegahan penularan di lingkungan masyarakat.


“TBC bisa disembuhkan jika pasien disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas,” kata perempuan yang akrab disapa Inez itu.


Ia menjelaskan, pasien TBC wajib mengonsumsi obat secara rutin selama enam hingga delapan bulan. Dalam proses tersebut, kader diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus penyemangat agar pasien tidak menghentikan pengobatan di tengah jalan.


Selain itu, Inez juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap penderita TBC. Menurut dia, keterbukaan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.


“TBC bukan hanya soal medis, tetapi juga kemanusiaan. Jangan ada lagi stigma atau rasa malu terhadap penderita,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Jepara, Agus Carda, mengatakan pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.


Menurut Agus, saat ini DKK Jepara terus memperkuat pengendalian TBC melalui evaluasi rutin dan pemantauan indikator program hingga tingkat desa untuk memastikan penanganan berjalan optimal.


Selain penguatan layanan kesehatan, upaya pengendalian juga dilakukan melalui edukasi masyarakat serta pendampingan pasien agar pengobatan tidak terputus.


“Kasus TBC harus ditemukan lebih dini agar segera diobati dan tidak menular,” kata Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *