Jepara – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, lembaga tersebut berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp8.148.594.566.
Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, mengatakan sektor zakat masih menjadi penyumbang terbesar dalam penghimpunan dana umat dengan nilai Rp5.034.672.381 atau sekitar 61,7 persen dari total penerimaan. Sementara itu, infak menyumbang Rp1.772.879.194 (21,7 persen), Kotak Sedekah sebesar Rp238.348.000 (2,9 persen), dan DSKL mencapai Rp1.111.522.000 (13,6 persen).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Huda itu, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah yang dilakukan pengurus baru sejak dilantik pada 27 April 2026. Salah satunya dengan menggelar safari dan komunikasi intensif kepada berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi zakat.
“Sejak dilantik April lalu, kami langsung bergerak turun ke bawah menemui berbagai elemen masyarakat. Upaya safari dan komunikasi ini penting dilakukan untuk memberikan edukasi serta meningkatkan literasi terkait zakat. Kami berharap, dengan meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, kesadaran menunaikan zakat juga naik, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan penghimpunan dana umat,” ujar Gus Huda, Rabu (1/7/2026).
BAZNAS Jepara sendiri menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp17,6 miliar sepanjang tahun 2026. Untuk mengejar target tersebut, berbagai inovasi penghimpunan akan terus dilakukan pada semester kedua.
Selain menghimpun dana, BAZNAS Jepara juga telah menyalurkan Rp7.604.995.582 kepada 35.838 mustahik di berbagai wilayah. Dana yang masih tersimpan di BAZNAS sebagian besar merupakan titipan perbantuan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekitar Rp830 juta, termasuk dana Kotak Sedekah yang dikembalikan sepenuhnya kepada desa serta dialokasikan untuk program bantuan rutin.
Penyaluran dana masih didominasi untuk kelompok asnaf miskin dengan nilai Rp5.308.192.020 atau sekitar 81,3 persen dari total distribusi. Selanjutnya disalurkan kepada asnaf fisabilillah sebesar Rp787.406.95 (12,1 persen), asnaf fakir sebesar Rp246.633.260 (3,8 persen), serta kelompok penerima manfaat lainnya.
Gus Huda menegaskan, peningkatan penghimpunan dana menjadi kunci agar BAZNAS dapat terus memenuhi tingginya kebutuhan bantuan masyarakat.
“Tiap hari banyak sekali pengajuan bantuan yang masuk ke kami. Untuk itu, tingginya permohonan tersebut harus diimbangi dengan penghimpunan dana yang masif pula,” katanya.
Ia memastikan BAZNAS Jepara berupaya semaksimal mungkin agar setiap permohonan bantuan yang memenuhi kriteria dapat terlayani. Menurutnya, sinergi antara penghimpunan dana yang semakin kuat dan penyaluran yang tepat sasaran diharapkan mampu membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Jepara.
“Kami berkomitmen semaksimal mungkin untuk tidak menolak permohonan bantuan yang masuk. Karena itu, penghimpunan harus terus diperkuat agar manfaat zakat bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.












