Jepara – Cara unik dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ribuan masyarakat diajak bernostalgia melalui hiburan musik lawas bersama Orkes Jadul Om Lorenza, grup musik asal Sukoharjo yang dikenal menyajikan tembang-tembang era tempo dulu Selasa (11/8/2026) malam.
Suasana nostalgia semakin terasa karena bukan hanya musiknya yang jadul. Sejumlah penonton juga tampil dengan busana bergaya tahun 1970-an, lengkap dengan aksesori khas masa lalu.
Sejak pukul 19.00 WIB, masyarakat mulai memadati pusat kota Jepara. Mereka datang bersama keluarga maupun pasangan untuk menikmati hiburan sekaligus mengenang masa-masa muda.
Salah satunya Yadi dan Rahma, pasangan suami istri asal Sukodono. Keduanya mengaku senang bisa kembali mendengarkan lagu-lagu lawas yang mengingatkan pada masa ketika mereka masih berpacaran.
“Senang sekali bisa nostalgia. Lagu-lagu seperti ini mengingatkan zaman pacaran dulu,” ujar Yadi.
Rahma menambahkan, beberapa lagu yang dibawakan Om Lorenza menjadi favorit mereka karena lekat dengan kenangan masa muda.
“Yang paling kami suka Tembel Ban dan Terajana. Begitu dengar lagunya, rasanya kembali ke zaman dulu,” kata Rahma.
Hiburan musik tersebut menjadi rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan Riding Merdeka Melaju di Jalan Mulus, Selasa (11/8/2026) sore.
Lebih dari 200 motor klasik ikut ambil bagian. Para pengendara juga mengenakan pakaian bernuansa tempo dulu sehingga suasana semakin kental dengan nuansa nostalgia.
Rombongan berangkat dari Pendopo Kabupaten Jepara dan melintasi sejumlah ruas jalan protokol menuju Stadion GBK Jepara, kawasan wisata Pantai Bandengan hingga Pantai Kartini.
Sepanjang perjalanan, keberadaan motor-motor tua tersebut menarik perhatian warga. Masyarakat yang berada di pinggir jalan terlihat menyapa, melambaikan tangan hingga mengabadikan iring-iringan menggunakan kamera ponsel.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas berbeda agar perayaan HUT RI tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang hiburan dan nostalgia bagi masyarakat.
“Dalam rangka HUT RI ke-81 kita riding bareng artis-artis Lorenza dan masyarakat jadul Jepara. Jadi kita flashback ke masa lalu, bagian dari refreshing saja,”ujar Witiarso.
Menurutnya, kegiatan riding diikuti lebih dari 200 motor klasik. Tidak hanya kendaraannya, peserta juga diminta mengenakan pakaian bergaya tempo dulu untuk memperkuat suasana.
“Ada dua ratus lebih motor klasik, hingga bajunya juga klasik. Jadi suasananya benar-benar membawa kita kembali ke masa lalu,” katanya.
Riding tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye pembangunan infrastruktur melalui slogan OTW Jepara MULUS. Rombongan sengaja melintasi sejumlah ruas jalan yang telah selesai diperbaiki.
“Ada lebih dari 200 motor klasik yang ikut dan melewati jalanan yang telah mulus semua. Yang belum mulus tahun ini akan segera kita muluskan,”tegas Witiarso.
Usai riding, suasana nostalgia berlanjut pada malam hari. Ribuan masyarakat menikmati alunan tembang lawas Om Lorenza sembari mengenakan berbagai atribut dan busana jadul.
Bagi masyarakat, perpaduan motor klasik, pakaian tempo dulu dan musik lawas menjadi hiburan yang tidak biasa. Sementara bagi Pemkab Jepara, kegiatan tersebut menjadi cara untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkenalkan wajah Jepara dengan kemasan yang lebih santai dan dekat dengan masyarakat.
Senja telah berganti malam. Deru mesin motor jadul yang sebelumnya memenuhi jalanan berganti dengan alunan tembang lawas di pusat kota.
Motor-motor tua membawa cerita masa lalu, sementara jalanan yang telah diperbaiki menjadi simbol perjalanan Jepara menuju masa depan.
Perayaan HUT RI ke-81 di Jepara pun terasa berbeda: nostalgia boleh kembali ke masa lalu, tetapi Jepara terus melaju.