TERKINI
Beranda Berita Bisnis Ekonomi Gaya Hidup He&She Hiburan Hukum Internasional Kesehatan Komunitas Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik Teknologi Turis Viral
Semua Berita Berita Bisnis Ekonomi Gaya Hidup He&She Hiburan Hukum Internasional Kesehatan Komunitas Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik Teknologi Turis Viral
BERITA

86 Remaja Ikuti Duta Genre Jepara 2026, Bupati Witiarso Titip Pesan Ini

Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan, khususnya melalui Program Generasi Berencana (Genre). Komitmen tersebut diwujudkan dalam Grand Final Apresiasi Duta Genre Kabupaten Jepara 2026 yang digelar di Pendopo R.A. Kartini, Rabu (26/7/2026).

Mengusung tema “NUSWANTARA: Nuansa Suara Asa Remaja Jepara”, ajang tersebut menjadi ruang bagi para remaja untuk menunjukkan kemampuan, menyampaikan gagasan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Jepara yang berkualitas.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, Program Genre memiliki peran penting dalam mempersiapkan remaja agar mampu merencanakan kehidupan dan masa depannya sejak dini.

“Melalui Program Genre, kita mendorong remaja berperan dalam pembangunan keluarga melalui perencanaan kehidupan sejak dini, pencegahan pernikahan dini, perilaku seksual berisiko dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), serta mendukung lahirnya generasi sehat bebas stunting,” tutur Witiarso.

Pada seleksi Duta Genre Kabupaten Jepara 2026, tercatat sebanyak 86 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka terdiri atas 35 peserta laki-laki dan 51 peserta perempuan.

Dari seluruh peserta tersebut, kemudian terpilih 30 finalis yang melaju ke babak Grand Final. Komposisinya terdiri dari 15 putra dan 15 putri.

Para finalis tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan pengetahuan mengenai program Genre, tetapi juga diharapkan mampu menjadi figur inspiratif sekaligus agen perubahan bagi remaja lainnya.

Menurut Witiarso, tema NUSWANTARA juga membawa pesan penting bahwa remaja tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Lebih dari itu, remaja memiliki ruang untuk menyampaikan suara, gagasan, dan harapan mengenai masa depan.

“Remaja Jepara bukan sekadar objek pembangunan. Mereka memiliki suara, gagasan, dan harapan,” tegasnya.

Witiarso berharap kegiatan apresiasi Duta Genre tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata. Kegiatan tersebut harus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Ia menekankan pentingnya menyiapkan remaja yang sehat, berkarakter, berakhlak, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

“Ini juga harus menjadi wadah untuk menyiapkan remaja yang sehat, berkarakter, berakhlak, dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara, Mudrikatun, menuturkan bahwa remaja merupakan aset penting bagi masa depan bangsa.

“Remaja merupakan aset dan pilar utama penentu bangsa,” ujar Mudrikatun.

Ia menjelaskan, tingginya partisipasi peserta dalam ajang Duta Genre Jepara 2026 menunjukkan adanya antusiasme generasi muda untuk mengambil peran dalam berbagai program pembangunan.

Melalui ajang ini, Pemkab Jepara berharap keberadaan Duta Genre mampu memperkuat edukasi di kalangan remaja terkait perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, bahaya NAPZA, serta pentingnya membangun keluarga yang berkualitas.

Dengan demikian, Duta Genre diharapkan tidak hanya menjadi gelar, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk membawa suara dan harapan remaja Jepara dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.