Jepara – Persijap Jepara mengawali kiprahnya di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil kurang memuaskan. Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan tuan rumah Madura United FC dengan skor 2-0.
Pertandingan pekan perdana tersebut berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (6/9/2026).
Persijap sebenarnya mampu memberikan perlawanan sejak awal pertandingan. Tim tamu beberapa kali memberikan tekanan dan menciptakan ancaman ke lini pertahanan Madura United. Namun, sejumlah peluang yang didapat belum mampu dikonversi menjadi gol.
Madura United juga berupaya membuka keunggulan. Namun, rapatnya pertahanan Persijap membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol, 0-0.
Memasuki babak kedua, Madura United mulai meningkatkan tekanan. Hasilnya, tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-53 melalui aksi Dimitar Mitkov.
Tertinggal satu gol, Persijap berupaya merespons. Namun, kondisi fisik pemain yang mulai terkuras membuat Laskar Kalinyamat kesulitan mempertahankan intensitas permainan seperti pada babak pertama.
Madura United kemudian berhasil menggandakan keunggulan pada menit-menit akhir pertandingan. Dimitar Mitkov kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memastikan kemenangan Sape Kerrab dengan skor 2-0.
Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, mengakui pertandingan melawan Madura United berlangsung berat. Menurutnya, kualitas pemain dan pelatih yang dimiliki tuan rumah menjadi salah satu faktor yang membuat laga berjalan sulit.
“Ini pertandingan yang sulit karena Madura memiliki pemain-pemain berkualitas dan pelatih yang bagus. Jadi, ini menjadi pertandingan yang berat bagi kami,” ujar Juan Cortes dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti waktu persiapan Persijap yang cukup singkat sebelum kompetisi dimulai. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kesiapan tim dalam menjalani pertandingan selama 90 menit.
“Kami memulai pramusim cukup terlambat, sehingga mungkin kami belum sepenuhnya siap menghadapi musim ini. Namun, kami tetap harus memberikan yang terbaik. Masih banyak hal yang harus kami perbaiki,” katanya.
Juan menilai Persijap mampu tampil lebih baik pada babak pertama, terutama dalam menjaga organisasi permainan dan menutup ruang bagi Madura United. Namun, situasi berubah setelah pemain mulai mengalami kelelahan di babak kedua.
“Pada babak pertama kami bisa menutup ruang dan menjaga organisasi permainan dengan lebih baik. Namun, pada babak kedua pemain mulai lelah sehingga mereka bisa mencetak gol,” jelasnya.
Meski kalah dalam laga perdana, Juan menegaskan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim. Persijap akan berusaha memperbaiki permainan dan membangun kekompakan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya melawan Borneo FC.
“Kami harus tetap bersama dan bekerja sebagai sebuah tim. Ini adalah momen yang tepat untuk semakin kompak, semakin dekat, dan bekerja keras. Kami akan berusaha meraih kemenangan di kandang melawan Borneo,” tegas Juan.
Persijap selanjutnya akan berupaya bangkit pada laga kandang menghadapi Borneo FC. Juan berharap dukungan suporter di kandang dapat membantu tim meraih hasil positif.
Kekalahan dari Madura United menjadi catatan awal Persijap di kompetisi musim 2026/2027.
Namun, perjalanan Laskar Kalinyamat masih panjang dan tim memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi pada pertandingan-pertandingan berikutnya.