Berita

Festival Tradisi Jondang Jepara Meriah, Warga Antusias Saksikan Kirab Budaya

8
×

Festival Tradisi Jondang Jepara Meriah, Warga Antusias Saksikan Kirab Budaya

Sebarkan artikel ini

Tradisi turun-temurun kembali digelar meriah dalam Tradisi Kirab Festival Jondang di Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti kirab budaya yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya pelestarian warisan leluhur.


Keunikan festival ini tampak dari arak-arakan jodang wadah berbahan kayu berbentuk persegi panjang yang dihias dan diisi hasil bumi. Dalam suasana penuh semangat, warga bahkan dibuat histeris dengan kehadiran sosok Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diperankan oleh warga setempat. Mereka langsung diserbu warga yang ingin berfoto hingga berseloroh meminta bantuan pangan.


Kirab dimulai dari Balai Desa Kawak hingga Masjid Wali Desa Kawak dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan jodang yang diiringi kesenian tradisional seperti tongtek serta gunungan hasil bumi.


Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, mengatakan Festival Jondang merupakan agenda tahunan yang bertepatan dengan tradisi sedekah bumi. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah, keselamatan, dan rezeki yang telah diterima.


“Jondang itu maknanya jodone ngandang. Harapannya rezeki, jodoh, dan segala kebaikan bisa mendekat kepada masyarakat,” ujarnya.


Tahun ini, sebanyak 20 jodang diarak oleh perwakilan tiap RT di Desa Kawak. Festival tersebut mengusung tema “Ketahanan Pangan Menunjang MBG” sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pangan masyarakat.

Selain menjaga tradisi, pemerintah desa juga menargetkan Festival Jondang dapat diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah pusat. Menurut Eko, jodang merupakan benda budaya yang semakin langka sehingga perlu terus dilestarikan.


Dukungan juga datang dari generasi muda. Salah satu warga, Nindi, mengaku rutin mengikuti festival tersebut setiap tahun.
“Bagus banget untuk masa depan, supaya kebudayaan tetap terjaga,” katanya.


Tak hanya sebagai ajang budaya, Festival Jondang juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata. Kehadiran ribuan pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di Desa Kawak.


Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Jondang diharapkan terus berlangsung secara konsisten dan menjadi identitas budaya khas Jepara yang semakin dikenal luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *