Jepara – Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan hingga ke sektor perdagangan di daerah. Salah satunya terlihat dari lonjakan harga plastik di Pasar Jepara, Jawa Tengah yang kini meningkat hingga 50 persen.
Kenaikan harga hingga 50 persen tersebut terjadi dalam sepekan terakhir dan dirasakan langsung oleh para pedagang. Salah satu pedagang plastik di Pasar Jepara, Ridwan Alfattah (39), mengatakan bahwa kenaikan berlangsung secara bertahap.
“Awalnya naik 20 persen pada pertengahan ramadhan, sekarang naik hampir 50 persen lebih,” ujarnya saat ditemui di Pasar Jepara, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, harga plastik termurah yang sebelumnya dijual Rp3.000 kini naik menjadi Rp6.000 per unit. Lonjakan harga ini sempat membuat pembeli terkejut dan berdampak pada penurunan omzet penjualan.
Menurut Ridwan, kenaikan harga dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak bumi sebagai bahan baku utama plastik. Selain itu, penutupan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz juga turut memperparah kondisi pasokan.
“Seminggu ini naik banget. Gara-gara perang Timur Tengah, biji plastik impor dari sana, kan bahannya dari minyak bumi,” tuturnya.
Ridwan memprediksi lonjakan harga plastik ini akan berlangsung hingga dua bulan kedepan.
” Lonjakan harga plastik ini saya memperkirakan hingga dua bulan kedepan,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan kondisi, termasuk mencari alternatif bahan baku selain minyak bumi guna mengurangi ketergantungan impor.
Kenaikan harga plastik ini menjadi salah satu contoh nyata dampak konflik global yang merembet hingga ke pasar tradisional di daerah.












