Jepara – Temuan limbah medis yang dibuang sembarangan di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, bukan sekadar sampah biasa. Di antara limbah tersebut ditemukan jarum suntik dan peralatan medis yang berpotensi membahayakan warga, terlebih lokasi pembuangan berada di sekitar lingkungan sekolah.
Namun, hasil pengecekan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara mengungkap fakta berbeda. Limbah tersebut dipastikan tidak berasal dari rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan manusia. Indikasinya justru mengarah pada aktivitas pelayanan kesehatan hewan.
Kepala Dinkes Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan bersama transporter limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
“Yang jelas bukan dari kita (Dinkes Jepara). Kami sudah bekerja sama dengan transporter limbah B3. Itu limbah medis hewan,” kata Hadi, Sabtu (5/9/2026).
Sejumlah barang yang ditemukan semakin memperkuat dugaan tersebut. Petugas menemukan botol vial kaca berlabel Limox dan OTC Inf yang mengarah pada obat antibiotik atau obat injeksi untuk pelayanan kesehatan hewan.
Tak hanya botol obat, terdapat pula syringe atau spet berukuran 10 mililiter. Beberapa masih dalam kemasan steril, sedangkan satu lainnya sudah terlepas. Jarum yang ditemukan berukuran 21G.
“Spet 10 mililiter dengan jarum 21G ini sering dipakai untuk menyuntik ternak,” ujar Hadi.
Peralatan lain yang ditemukan berupa tempat alkohol atau betadine berbahan stainless steel. Menurut Hadi, perlengkapan tersebut lazim digunakan dokter hewan maupun petugas inseminasi buatan (IB).
Dari jenis obat dan peralatan yang ditemukan, Dinkes Jepara menduga limbah tersebut merupakan limbah pelayanan kesehatan hewan (LPKH).
Limbah itu diduga berkaitan dengan kegiatan vaksinasi atau pengobatan hewan ternak, seperti sapi dan kambing.
Meski arah sumbernya mulai teridentifikasi, persoalan belum selesai. Hingga Sabtu (5/9/2026), Dinkes Jepara belum mengetahui siapa pihak yang membuang limbah tersebut di lokasi.
Hadi mengatakan seluruh limbah yang ditemukan sementara diamankan di Puskesmas Donorojo. Penelusuran masih dilakukan untuk mengetahui sumber limbah sekaligus pihak yang membuangnya.
Temuan jarum suntik di sekitar lingkungan sekolah tersebut pun menjadi perhatian tersendiri. Sebab, meski bukan berasal dari pelayanan kesehatan manusia, limbah medis tetap tidak semestinya dibuang sembarangan dan dibiarkan berada di lokasi yang dapat dijangkau masyarakat.