TERKINI
Beranda Berita Bisnis Ekonomi Gaya Hidup He&She Hiburan Hukum Internasional Kesehatan Komunitas Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik Teknologi Turis Viral
Semua Berita Berita Bisnis Ekonomi Gaya Hidup He&She Hiburan Hukum Internasional Kesehatan Komunitas Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik Teknologi Turis Viral
BERITA

Jelang HUT Ke-81 RI, Pelukis Muda Jepara Bima Alamsyah Lukis Tokoh Perjuangan untuk Kenalkan Sejarah

Jepara – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat pentingnya mengenang jasa para pejuang. Semangat itu turut diwujudkan pelukis muda asal Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Bima Alamsyah (26), melalui karya-karya lukisnya.

Bima memilih melukis sejumlah tokoh yang dinilainya memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan bangsa maupun kehidupan masyarakat. Di antaranya Presiden pertama RI Soekarno, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, hingga Cak Nun.

Ketertarikan Bima terhadap dunia lukis sebenarnya berawal dari hobi menggambar sketsa, termasuk karakter anime. Namun, dorongan sang ayah membuatnya mulai menggambar objek yang lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual.

“Awalnya itu dari hobi, Mas. Hobi sketsa-sketsa kasar, gambar anime gitu. Cuma, Bapak menyarankan, mending kamu gambar yang bisa dikenali saja,” ujar Bima Minggu (16/8/2026).

Sebelum fokus menjadi pelukis, Bima sempat bekerja di sebuah pabrik di Bandung selama hampir dua tahun. Ia kemudian kembali ke Jepara sekitar 2021 dan memutuskan untuk menekuni dunia kesenian, khususnya seni lukis.

Pilihan melukis tokoh perjuangan bukan tanpa alasan. Bima ingin karya yang dibuatnya tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga menjadi media untuk mengingat kembali sejarah, terutama bagi generasi muda.

“Karena saya ingin generasi muda itu mengingat sejarah, mengingat perjuangan pada zaman dahulu. Siapa tahu kalau saya bikin konten tokoh-tokoh perjuangan, anak-anak zaman sekarang jadi teringat, oh ternyata begini lho, ada tokoh yang dulu pernah berjuang,” jelasnya.

Bagi Bima, melukis tokoh-tokoh tersebut juga menjadi bentuk penghargaan sekaligus sumber motivasi bagi dirinya. Setiap karya dibuat dengan latar belakang kekaguman terhadap sosok yang dilukis.

Selain tokoh perjuangan, Bima juga menghasilkan karya dengan berbagai objek, mulai dari Vespa hingga tokoh agama. Pasar lukisannya kini bahkan telah menjangkau wilayah Jabodetabek.

“Untuk lukisan kanvas berukuran 60 x 40 sentimeter, harganya mulai Rp1 juta. Sedangkan ukuran terbesar 1,5 x 1 meter dengan harga sekitar Rp5 juta,” ujarnya.

Dalam perjalanan berkesenian, Bima juga aktif mengikuti pameran. Di Jepara, ia mengaku hampir selalu ambil bagian dalam pameran seni yang digelar. Sementara di luar kota, ia pernah mengikuti Pameran Hari Menggambar Nasional di RJ Katamsi, ISI Yogyakarta.

Bima juga tergabung dalam Komunitas Perupa Art Jepara. Melalui komunitas dan berbagai pameran, ia terus mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan karya seni kepada masyarakat.

Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, karya Bima menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga ingatan tentang perjuangan bangsa. Ia berharap lukisan tokoh-tokoh yang dibuatnya dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang yang patut dikenang generasi berikutnya.