Jepara – Gemerlap kreativitas dan keberagaman karya meramaikan Jepara Art Carnival 2026. Puluhan peserta tampil membawa karakter dan karya masing-masing, membuat Jalan Pemuda Jepara Kota berubah menjadi panggung penuh warna pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Sedikitnya 62 peserta ambil bagian dalam helatan tersebut. Mereka tak hanya berasal dari Jepara, tetapi juga datang dari Semarang, Salatiga, Bondowoso, Kudus, Rembang, Bandungan, Malang, Pati hingga Jember.
Keberagaman asal peserta menunjukkan Jepara Art Carnival mulai menjadi ruang pertemuan kreativitas lintas daerah. Jepara tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif kepada masyarakat yang lebih luas.
Antusiasme masyarakat pun terlihat dari padatnya kawasan Jalan Pemuda sepanjang acara berlangsung.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilainya menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Kita terima kasih sekali dan cukup bangga bahwa setiap event di Kabupaten Jepara ini masyarakat Jepara sangat antusias,” ujar Witiarso.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan daerah menjadi tanda semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa, kita berkolaborasi, kita semakin bersinergi sehingga chemistry antara pemerintah dengan masyarakat semakin nyambung dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di Jepara,” katanya.
Meski berlangsung meriah, Witiarso menyebut masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait rekayasa lalu lintas dan penataan lokasi acara.
“Ke depan ini mengenai penutupan jalan supaya tidak ada kendaraan yang masuk, kemudian soal sistemnya mungkin bisa sampai dengan ujung, dan lampu-lampunya lebih terang, lebih tertib,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan tahun berikutnya dapat dipersiapkan lebih matang, mengingat catwalk yang digunakan cukup panjang.
“Memang ini perlu persiapan yang lebih matang lagi ke depan,” imbuh Witiarso.
Tak hanya menjadi hiburan, Jepara Art Carnival juga ditargetkan mampu mendongkrak sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Jepara berencana meningkatkan daya tarik kegiatan, termasuk nilai hadiah untuk peserta.
“Ke depan kita coba akan tingkatkan lagi hadiahnya supaya peserta-peserta itu bisa datang dari luar kota maupun luar Jawa, sehingga bisa meningkatkan pariwisata di Kabupaten Jepara,” ungkapnya.
Salah satu peserta asal Jepara, Kasyavii Dihrya Natasya, tampil dengan kostum yang menggabungkan tiga simbol, yakni Gong Perdamaian, ukiran Jepara, dan Ratu Kalinyamat.
“Antara Gong Perdamaian, Ukiran, sama Ratu Kalinyamat digabungin jadi satu. Ratu Kalinyamat melambangkan semangatnya wanita, ukiran asal Jepara, terus Gong Perdamaian melambangkan kedamaian nasional,” kata Kasyavii.
Ia mengaku terkesan dengan kemeriahan Jepara Art Carnival tahun ini dan berharap kegiatan serupa kembali digelar.
Kasyavii pun memastikan siap kembali ambil bagian jika carnival digelar tahun depan.
“Event Jepara Art Carnival ini sangat menyenangkan, sangat megah, pesertanya juga lumayan banyak banget dari luar-luar kota, luar daerah. Kalau tahun depan ada lagi, insyaallah ikut lagi untuk meriahkan pariwisata,” pungkasnya.
Jepara Art Carnival 2026 pun menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan pariwisata dapat dipadukan dalam satu panggung untuk menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan Jepara ke kancah yang lebih luas.