Berita

Ketua DPRD Jepara Sidak RSUD Kartini, Soroti Layanan dan Bantu Bayi dari Karimunjawa

15
×

Ketua DPRD Jepara Sidak RSUD Kartini, Soroti Layanan dan Bantu Bayi dari Karimunjawa<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260406_232853_502.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD RA Kartini pada Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya memantau kualitas pelayanan, tetapi juga menaruh perhatian khusus pada pasien dari wilayah kepulauan.


Salah satu yang menjadi fokus adalah kondisi Muhammad Devan Alvaro, bayi asal Karimunjawa yang mengalami kelainan jantung sejak lahir. Devan diketahui berasal dari keluarga nelayan tradisional yang memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga membutuhkan dukungan penuh dalam proses pengobatan.


Di sela-sela sidaknya, Agus menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama warga pesisir dan kepulauan.


“RSUD Kartini merupakan rumah sakit rujukan utama di Jepara. Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya nelayan dengan penghasilan terbatas, tetap mendapatkan layanan terbaik tanpa hambatan,” ujarnya.


Selain melakukan pengawasan, Agus juga memberikan apresiasi kepada manajemen rumah sakit atas upaya peningkatan mutu layanan kesehatan yang terus dilakukan.


Terkait kondisi Devan, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempercepat proses aktivasi BPJS Kesehatan agar seluruh biaya pengobatan dapat ditanggung.


“Langkah percepatan ini penting agar keluarga tidak terbebani biaya. Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu,” tambahnya.


Tak hanya itu, Agus juga menyerahkan santunan kepada keluarga Devan guna membantu kebutuhan selama masa perawatan di rumah sakit.


Melalui kegiatan sidak ini, Agus berharap pelayanan kesehatan di RSUD Kartini semakin optimal, serta tidak ada lagi hambatan akses layanan bagi masyarakat dari wilayah terpencil seperti Karimunjawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *