Jepara – Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong kebangkitan olahraga futsal yang belakangan ini seakan mati suri.
Hal ini mengemuka saat pertemuan antara Bupati Witiarso Utomo dengan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Jepara yang digelar di Ruang Kerja Bupati, Selasa (07/04/2026).
Ketua AFK Jepara, Darmawan Bagus Susanto mengatakan perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mendukung program-program pengembangan futsal, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan atlet.
“Harapannya atlet bisa fokus pada pertandingan tanpa harus memikirkan hal-hal teknis seperti akomodasi maupun venue,” ujarnya.
Ada sejumlah program strategis yang disiapkan untuk menghidupkan kembali ekosistem futsal di Kota Ukir. Dalam jangka pendek, pihaknya menargetkan mengaktifkan kembali klub-klub futsal yang selama ini mati suri.
“Untuk jangka menengah, kami akan menarik pemain-pemain unggul untuk disatukan dalam satu tim terbaik. Sedangkan jangka panjang, kami fokus pada pembuatan lisensi berstandar nasional untuk wasit lokal,” ujar Darmawan.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini melalui sekolah. AFK Jepara mendorong agar sekolah-sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler futsal guna menjaring bibit-bibit unggul sejak dini.
Selain itu, potensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Menurutnya, terdapat pelatih asal Jepara yang telah berkiprah di level nasional, yang bisa ditarik kembali untuk memperkuat pembinaan futsal daerah.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan futsal di Jepara. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memfasilitasi peningkatan kualitas SDM melalui program lisensi dan coaching clinic, khususnya bagi guru olahraga.
“Kita support terkait lisensi maupun coaching clinic, terutama untuk guru olahraga. Ini penting untuk pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Witiarso.
Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga merencanakan peningkatan infrastruktur olahraga. Pada tahun 2027, akan dilakukan renovasi fasilitas guna menghadirkan venue futsal yang representatif.
“Kita usahakan Jepara bisa kembali berprestasi, tentu bergantung pada pembinaan yang dilakukan,” imbuhnya.
Saat ini, tercatat sekitar 10 lapangan futsal di Jepara. Ke depan, pemerintah juga akan mendorong sekolah-sekolah yang berada di sekitar lapangan tersebut untuk membuka ekstrakurikuler futsal sebagai langkah strategis menjaring talenta muda.
Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi antara AFK Jepara dan Pemerintah Kabupaten untuk membangun kembali kejayaan futsal Jepara di kancah regional maupun nasional.












