Jepara – Persijap Jepara harus mengakui keunggulan tuan rumah Dewa United dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-30. Bertanding di Stadion Internasional Banten, Rabu (29/4/2026) malam, Persijap kalah tipis dengan skor 1-0.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menilai pertandingan berlangsung cukup seimbang dan ditentukan oleh momen krusial di dalam lapangan.
“Saya pikir ini pertandingan yang bagus secara umum. Dua tim berusaha untuk menang, tapi pertandingan ini ditentukan oleh detail-detail kecil,” ujar Lemos dalam konferensi pers usai laga.
Ia mengungkapkan, kesalahan di area penalti menjadi titik balik yang dimanfaatkan oleh Dewa United untuk mencetak gol kemenangan.
“Kami membuat kesalahan di area penalti kami sendiri, mereka mencetak gol, dan kami tidak bisa membalasnya,” tambahnya.
Persijap sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui titik putih, namun eksekusi penalti oleh Franca gagal berbuah gol setelah kiper lawan tampil gemilang.
“Kami mendapat hadiah penalti, tapi kredit untuk kiper yang bisa menepisnya, bahkan menepis bola rebound,” jelas Lemos.
Meski gagal mencuri poin, Coach Mario Lemos menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan kepemimpinan wasit. Menurutnya, performa wasit di lapangan sudah cukup adil, dan kekalahan ini murni karena ketidak mampuan timnya.
”Masalahnya bukan di wasit, tapi kami yang harus mencetak gol. Kalau kami pulang dengan nol poin, itu kesalahan kami, bukan wasit,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Kekalahan ini memang memukul ambisi Persijap untuk merangkak naik ke posisi lebih tinggi. Namun, Lemos tidak ingin timnya terpuruk dalam kesedihan. Ia menyoroti bahwa secara permainan, Laskar Kalinyamat masih mampu menciptakan banyak peluang berbahaya.
Kini, fokus Persijap sepenuhnya beralih ke laga kandang berikutnya melawan tim raksasa, Persija Jakarta. Persijap berharap kehadiran suporter di Jepara nanti dapat memberikan atmosfer tekanan bagi tim tamu, sekaligus menjadi suntikan semangat bagi mereka untuk mengamankan poin penuh di putaran kedua ini.












