Jepara — Ribuan warga memadati Lapangan Norowito, Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026) malam. Mereka antusias mengikuti Festival Bakar Jagung yang menjadi bagian dari rangkaian Bantrung Culture Festival Season 5 Tahun 2026.
Sekitar 5.000 warga hadir dalam kegiatan yang digelar selepas salat Isya tersebut. Warga dari berbagai kalangan berkumpul dan menikmati suasana kebersamaan dengan membakar jagung secara bersama-sama.
Kegiatan bakar jagung tersebut menjadi salah satu agenda yang menonjol dalam rangkaian Sedekah Bumi Desa Bantrung. Puluhan tungku bara disiapkan di tengah lapangan untuk digunakan warga membakar jagung.
Petinggi Desa Bantrung, Nur Sholeh , mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ikon budaya sekaligus bentuk kebersamaan masyarakat.
“Dengan tidak merendahkan desa yang lain, kegiatan Bantrung Culture Festival ini sudah begitu menginspirasi desa-desa yang lain,” kata Nur Sholeh.
Menurutnya, kemeriahan festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi bukti kuatnya keguyuban masyarakat Desa Bantrung. Ia menilai masyarakat memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dan membutuhkan ruang untuk menampilkan kemampuannya.
“Ini satu keyakinan yang saya pegang bahwa warga Bantrung potensinya luar biasa, SDM-nya luar biasa. Hanya perlu kami berikan panggung atau kesempatan untuk mengeluarkan kemampuannya,” ujarnya.
Nur Sholeh menambahkan, Festival Bakar Jagung juga diharapkan dapat semakin memperkenalkan Desa Bantrung kepada masyarakat luas. Apalagi, jagung kini menjadi salah satu tanaman yang banyak dikembangkan petani setempat.
“Kegiatan malam hari ini semoga nantinya akan semakin semangatnya para petani untuk menanam jagung dan juga warga semakin bangga dengan menjadi petani,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sekitar 5.000 jagung untuk dibakar bersama dengan panjang area tungku mencapai sekitar 100 meter.
Menurut Nur Sholeh, konsep tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga Festival Bakar Jagung benar-benar menjadi ciri khas Desa Bantrung dan selalu dinantikan masyarakat.
“Sehingga supaya menjadi ikonik Desa Bantrung, dibuatlah Bantrung Culture Festival dan tentunya malam hari ini Pesta Bakar Jagung,” katanya.
Nur Sholeh juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan seluruh rangkaian Sedekah Bumi sebagai momentum doa bersama agar Desa Bantrung semakin aman, tenteram, dan sejahtera.
“Harapan dan doa selalu ada di Desa Bantrung sehingga semakin ke depan semakin lebih baik dan lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Nadia, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama keluarganya. Ia menilai Festival Bakar Jagung memiliki konsep yang unik karena ribuan jagung dibakar secara bersama-sama.
“Acara ini sangat menarik karena unik. Ada ribuan jagung yang dibakar bersama-sama, melambangkan kerukunan antarwarga masyarakat,” ujar Nadia.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
Bantrung Culture Festival Season 5 Tahun 2026 sendiri digelar dalam rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Bantrung. Festival tersebut berlangsung mulai 5 Agustus hingga 4 November 2026.
Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian festival tersebut, mulai dari lomba voli antar-RT, bazar UMKM, senam dan jalan sehat, kirab budaya, Festival Jagung, hiburan rakyat, selamatan dan kenduri desa, pentas wayang kulit, hingga pengajian akbar.
Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat gotong royong, kerukunan, serta rasa bangga warga terhadap potensi dan budaya Desa Bantrung.