Berita

Ribuan Warga Santap 477 Tumpeng Bersama di Alun-alun Jepara

11
×

Ribuan Warga Santap 477 Tumpeng Bersama di Alun-alun Jepara<br><!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260411_132754_343.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara — Ribuan warga memadati Alun-alun 1 Jepara untuk mengikuti tradisi makan tumpeng bersama dalam rangka Wilujengan Nagari dan peringatan Hari Jadi Jepara ke-477, Jumat (10/04/2026) malam. Sebanyak 477 tumpeng yang disediakan panitia ludes disantap bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan keakraban.


Usai rangkaian doa lintas agama yang berlangsung khidmat, masyarakat yang hadir langsung bersila berkelompok di area alun-alun. Tanpa sekat, warga dari berbagai latar belakang tampak menikmati hidangan tumpeng bersama-sama, menciptakan suasana guyub dan hangat di jantung kota Jepara.


Tradisi makan bersama ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus wujud kebersamaan masyarakat. Tidak hanya sekadar menyantap hidangan, momen tersebut juga mempererat hubungan sosial antarwarga, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir.


Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turut hadir dan makan bersama warga. Ia menyampaikan bahwa tradisi makan tumpeng memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang Jepara hingga usia ke-477 tahun.


“Ini bukan hanya makan bersama, tetapi simbol kebersamaan dan rasa syukur kita sebagai masyarakat Jepara. Semangat guyub rukun seperti ini harus terus kita jaga,” ujarnya.


Seluruh tumpeng yang disajikan habis disantap dalam waktu singkat. Warga tampak antusias dan menikmati hidangan dengan lahap, sembari berbincang santai satu sama lain.


Salah seorang warga, Sukaman (50), mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang tercipta. Menurutnya, tradisi makan tumpeng bersama menjadi salah satu momen paling berkesan dalam peringatan Hari Jadi Jepara tahun ini.


“Rasanya beda, makan bareng seperti ini membuat kita lebih dekat. Semua kumpul tanpa membedakan apa pun. Ini yang membuat perayaan tahun ini terasa lebih bermakna,” ungkapnya.


Selain makan tumpeng bersama, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional, termasuk penampilan dalang cilik yang membawakan lakon Banjaran Bima.

Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dari tradisi ini, masyarakat berharap nilai-nilai gotong royong dan kekompakan terus terjaga, seiring perjalanan Jepara menuju masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *