Berita

Ribuan Warga Padati Festival Oncor, Semarakkan Malam Takbir Iduladha di Jepara

26
×

Ribuan Warga Padati Festival Oncor, Semarakkan Malam Takbir Iduladha di Jepara

Sebarkan artikel ini

Jepara – Ribuan warga memadati kawasan Desa Bandungharjo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Selasa malam, 26 Mei 2026 untuk menyaksikan Festival Oncor Kalinyamatan. Tradisi tahunan yang digelar setiap malam takbir Iduladha itu berlangsung meriah dengan iring-iringan ribuan oncor atau obor bambu mengelilingi desa sejauh sekitar empat kilometer.

Tak hanya menampilkan oncor tradisional, peserta juga menghadirkan berbagai ikon budaya dan religi seperti pemeran RA Kartini, Ratu Kalinyamat, Ratu Shima, miniatur masjid hingga replika hewan kurban. Warga sudah memadati lokasi festival sejak usai salat Magrib untuk menyaksikan arak-arakan yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Kalinyamatan.

PLH Petinggi Desa Bandungharjo, Suryanto mengatakan Festival Oncor Kalinyamatan telah berlangsung lebih dari 40 tahun dan terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai tradisinya.

“Alhamdulillah ini Festival Oncor Kalinyamatan sudah berjalan berturut-turut lebih 40 tahun. Dari tahun ke tahun semakin meningkat perkembangannya,” kata Suryanto.

Menurutnya, tahun ini festival diikuti sekitar 15 peserta dari berbagai dukuh di Desa Bandungharjo. Setiap peserta membawa puluhan oncor untuk memeriahkan malam takbir Iduladha.

“Kalau jumlah oncor bisa ribuan. Karena satu dukuh bisa membawa sekitar 30 oncor dan pesertanya ada 15 kelompok,” ujarnya.

Suryanto menjelaskan, makna utama Festival Oncor Kalinyamatan adalah sebagai sarana syiar Islam dan memeriahkan malam Hari Raya Iduladha melalui lantunan takbir bersama masyarakat.

“Takbiran ini untuk mensyiarkan agama Islam, mengumandangkan takbir secara bersama-sama dalam rangka memeriahkan malam Hari Raya Iduladha,” jelasnya.

Ia menambahkan, tradisi festival oncor yang digelar setiap Iduladha sudah menjadi adat istiadat masyarakat Kalinyamatan dan bahkan telah dipatenkan dengan nama Festival Oncor Kalinyamatan.

“Ini sudah menjadi adat istiadat tingkat kecamatan. Festival Oncor Kalinyamatan juga sudah dipatenkan sampai tingkat kabupaten,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *