Berita

Geger! Warga Desa Semat Temukan Mayat Pria Membusuk

21
×

Geger! Warga Desa Semat Temukan Mayat Pria Membusuk

Sebarkan artikel ini

Jepara – Warga Desa Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam gedung Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) atau WC umum desa setempat, Kamis (28/5/2026) pagi.

Korban diketahui merupakan pria lanjut usia yang selama ini dikenal warga dengan panggilan Mbah Mat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lantai dua gedung WC umum tempat yang selama ini digunakan untuk tinggal.

Kapolsek Tahunan AKP Ginyono mengatakan, korban pertama kali ditemukan warga setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

“Diketahui warga hari Selasa itu masih ada, namun setelah itu ada salat Subuh kok enggak ada salat Subuh. Dicarilah di tempat biasanya dia tidur, ternyata ditemukan pagi hari ini sudah tidak bernyawa dalam posisi terlungkup,” ujar AKP Ginyono.

Polisi menyebut korban merupakan pria asal Tuban yang memiliki keluarga di Semarang. Berdasarkan identitas yang berhasil dikonfirmasi kepada pihak keluarga, korban bernama Muhammad dan lahir tahun 1961.

“Orang tersebut asalnya dari Tuban dan juga punya keluarga di Semarang. Orang sini menyebutnya adalah Mbah Mat. Setelah dikonfirmasi dari keluarga, usianya sekitar 65 tahun,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan warga.

“Kemungkinan meninggalnya ada sekitar dua harian. Namun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” tambah AKP Ginyono.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Kartini Jepara sebelum akhirnya rencananya dimakamkan di Desa Semat. Keluarga korban yang berada di Semarang juga telah mengikhlaskan proses pemakaman dilakukan di desa tersebut.

Sementara itu, Petinggi Desa Semat Ali Suwarno mengungkapkan, korban sudah hampir 10 tahun tinggal di lingkungan desa dan dikenal baik oleh masyarakat.

“Di sini hampir 10 tahun di Desa Semat. Dia menempati gedung STBM ini karena ibaratnya sebatang kara, tidak ada keluarga di sini,” kata Ali Suwarno.

Selama tinggal di Desa Semat, korban sehari-hari bekerja serabutan dan membantu menjaga kebersihan kawasan wisata desa.

“Orangnya baik, sopan, selalu menjaga komunikasi dengan lingkungan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *