Jepara – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo Jepara, Jawa Tengah berhasil menekan angka tunggakan pelanggan aktif secara signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga awal Juni, perusahaan telah berhasil menagih Rp5,3 miliar dari total tunggakan pelanggan aktif sebesar Rp7,6 miliar yang tercatat per 31 Desember 2025.
Direktur Utama PDAM Jepara, Luqman Hakim, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari inventarisasi data dan verifikasi pelanggan yang dilakukan sejak awal tahun.
“Bulan Februari kami mulai melakukan penagihan. Alhamdulillah per tanggal 3 Juni ini sudah berhasil tertagih Rp5,3 miliar dari 3.519 pelanggan atau sekitar 70 persen dari jumlah tunggakan pelanggan aktif,” ujar Luqman, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, tunggakan sebesar Rp7,6 miliar tersebut berasal dari 53.383 pelanggan aktif dengan masa tunggakan yang beragam. Bahkan, sebagian pelanggan tercatat belum membayar tagihan selama lima hingga sepuluh tahun.
PDAM kemudian melakukan inventarisasi dan pengecekan lapangan pada Januari 2026 sebelum memulai penagihan secara intensif pada Februari. Langkah tersebut terbukti efektif dalam menurunkan nilai tunggakan secara signifikan.
“Sehingga, jumlah tagihan dari pelanggan aktif saat ini masih sekitar Rp2,3 miliar,” jelasnya.
Selain menyelesaikan tunggakan pelanggan aktif, PDAM Jepara juga masih menghadapi tantangan dalam menagih pelanggan yang sambungannya telah disegel maupun dibongkar karena tidak aktif.
Data PDAM menunjukkan, pelanggan segel memiliki tunggakan sebesar Rp7,74 miliar yang berasal dari 7.676 pelanggan. Hingga saat ini, perusahaan baru berhasil menagih sekitar Rp253,7 juta dari 256 pelanggan.
Sementara itu, pelanggan yang sambungannya telah dibongkar memiliki tunggakan Rp1,96 miliar dari 1.550 pelanggan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar Rp56 juta yang berhasil ditagih dari 26 pelanggan.
Meski demikian, Luqman menegaskan bahwa perusahaan tidak akan terburu-buru melakukan penagihan terhadap kelompok pelanggan tersebut. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki kualitas layanan.
“Untuk pelanggan segel dan bongkar, kita akan melakukan pembenahan layanan dulu, baru nanti kita lakukan penagihan,” katanya.
PDAM Jepara optimistis nilai tunggakan akan terus menurun seiring upaya peningkatan layanan dan komunikasi yang lebih intensif dengan pelanggan.
“Kami menargetkan penurunan tunggakan terus berlanjut melalui pembenahan layanan dan pendekatan yang lebih baik kepada pelanggan,” pungkas Luqman.












