Berita

PT Bhumi Jati Power bersama PWI Jepara Bekali Siswa MA Matholiul Huda Bugel Literasi dan Jurnalisme Digital

9
×

PT Bhumi Jati Power bersama PWI Jepara Bekali Siswa MA Matholiul Huda Bugel Literasi dan Jurnalisme Digital

Sebarkan artikel ini

Jepara –  PT Bhumi Jati Power (BJP) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara melakukan sosialisasi terkait literasi dan jurnalisme digital kepada puluhan siswa MA Matholiul Huda Desa Bugel, Kecamatan Kedung pada Rabu (17/6/2026).
Bertajuk BJP/BJS goes to school, para siswa diajak untuk menangkal hoaks dan mengabarkan informasi sesuai dengan fakta.

IT Leader BJP, Anas Nurdiansyah mengingatkan agar para siswa untuk bijak dalam menggunakan internet dan media sosial karena berbagai risiko yang mengintai di ruang digital.

“Dampak negatif penggunaan media sosial diantaranya banyak bullying, pefdofilia, penipuan online, judi, hingga doxing di media sosial sampai bunuh diri. Sebetunya peran orang tua, guru, dan pemerintah sangat diperlukan,” ujar Anas.

Ia menjelaskan ancaman siber yang kerap terjadi, seperti phishing melalui email, smishing melalui pesan teks, dan vishing yang memanfaatkan panggilan telepon.

Menurut Anas, kebiasaan menggunakan kata sandi yang lemah, mengakses wifi publik, serta oversharing menjadi penyebab utama kebocoran data. Karena itu, pengguna internet disarankan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), mengatur akun menjadi privat, serta selalu melakukan verifikasi sebelum mengakses tautan yang diterima.

“Misal dapat undangan dari teman atau guru jangan asal klik ada mallware dan hacker mengakses semua data,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar segera mengganti kata sandi atau melakukan factory reset apabila perangkat mengalami gangguan keamanan. Sementara, jika telepon genggam hilang, pengguna disarankan segera memblokir perangkat tersebut.

Sementara itu, Sekertaris PWI Jepara, Rhobi Shani menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah jurnalisme. Menurutnya, saat ini setiap orang dapat berperan sebagai penyampai informasi.

Wartawan Medco.id itu mengatakan kika media sosial kini menjadi bagian penting dalam ekosistem media yang menggabungkan unsur tulisan, suara, dan visual. Karena itu, kemampuan menulis, mengolah audio, serta memproduksi foto atau video menjadi keterampilan dasar yang perlu dimiliki calon jurnalis.

Kehadiran media sosial, lanjut dia, membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam citizen journalism, misalnya dengan melaporkan kegiatan di lingkungan sekitar.

“Menerapkan 5 w + 1 H. Jangan lupa dengan safety setiap memproduksi berita,” kata Rhobi.

Dirinya turut menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

“Saat mendapat informasi apapun dengan chrosscheck untuk kebenaran danbhusa cek fakta. Kalau tidak yakin bisa cek misal di cek fakta dari komdigi dan beberapa media,” ujarnya.

Menurut Rhobi, jurnalisme digital memiliki peran penting di tengah banjir informasi yang terjadi saat ini karena tidak semua informasi yang beredar merupakan fakta.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam mengenali sumber informasi, termasuk mewaspadai situs palsu yang meniru tampilan media resmi.

“Fungsi jurnalisme digital tidak hanya menyampaikan informasi yang akurat, tetapi juga melawan hoaks dan disinformasi, mengawasi kebijakan publik, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” beber Rhobi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *