Berita

Bawa Misi Kelestarian Alam, Teater Lentera Jepara Pentas Keliling

8
×

Bawa Misi Kelestarian Alam, Teater Lentera Jepara Pentas Keliling

Sebarkan artikel ini

Jepara – Ekosistem bawah laut porak poranda akibat ulah mesin Jager Tong. Mesin ganas itu menghisap pasir. Tak pelak aktivitas Jager Tong mengganggu kolini dan habitat ikan, salah satunya kampung halaman Jarbuarong.

Kehidupan bawah laut tak hanya terusik ulah Jager Tong. Legenda makluk buas, tuan  Bongkeng, yang muncul ke permukaan pun mengusik keceriaan Silago dan Barbaron.

Ketika habitatnya porak poranda, Jarbuarong terpaksa hengkakang dari kampungnya. Di tengah pengembaraan, Jarbuarong bersua Silago dan Barbaron yang juga tengah berusaha mencari ketenangan dari ancaman tuan Bongkeng.

Ya, itulah sepenggal kisah yang akan ditampilkan Teater Lentera dari Kabupaten Jepara. Lakon berjudul Jarbuarong itu telah dipentaskan di Stadium Tirtonadi Kabupaten Blora pada, Sabtu malam, 20 Juni 2026. 

Sutradara pementasan sekaligus penulis lakon Jarbuarong, Maseko BS, menyampaikan cerita Jarbuarong adalah ihtiar mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi alam, terutama bawah laut. Aktivitas penambangan pasir dan sampah laut dapat menggangu keseimbangan kehidupan kolini ikan dan hewan lainnya seperti terumbu karang.

“Penggarapan pementasan kali ini, kami menggunakan pendekatan teater fantasi. Harapannya pementasan kami dapat dinikmati segala usia, karena kami membawa misi pelestarian lingkungan dan laut,” ujar Maseko, Minggu (21/6/2026).

Agar misi tersampaikan, sutradara tak hanya mengandalakan pendekatan penggarapan tetaer fantasi, tapi juga mengemas pementasan secara komunikatif. Penonton tidak hanya duduk di bangku penonton, tapi juga terlibat langsung dalam pementasan di atas panggung.

“Penonton kami beri ruang pentas bareng di panggung pada adegannya Jarbuarong, Silago dan Barboron menyusun rencana dan strategi menghadapi Jager Tong dan tuan Bongkeng,” ungkap Maseko.

Pimpimam Produksi, Rhobi Shani, menambahkan lakon Jarbuarong dipentasan di tiga kota,  yaitu Blora, Banyumas, dan Cirebon. Setelah berhasil menghipnotis ratusan penonton di Kabupaten Blora, pementasan selanjutnya di FIB Universitas Jendral Soedirman, Banyumas pada Minggu, 28 Juni 2026. Kemudian di gedung kesenian Nyimas Rarasantang Kota Cirebon, pada Sabtu 4 Juli 2026.

“Pentas keliling kali ini kami tidak hanya datang untuk pentas, tapi juga ada lapak buku-buku sastra dan teater,” kata Rhobi.
Pentas keliling ini, ditambahkan Rhobi, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *