Berita

Sebanyak 680 Karyawan PT Samwon Jepara Terkena PHK, Manajemen Buka Suara

10
×

Sebanyak 680 Karyawan PT Samwon Jepara Terkena PHK, Manajemen Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Jepara – PT Samwon Busana Indonesia di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, resmi menghentikan operasionalnya mulai 1 Agustus 2026. Penutupan perusahaan garmen yang berorientasi ekspor tersebut berdampak pada sekitar 680 karyawan yang harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Human Resources PT Samwon Busana Indonesia Jepara, Taufan Adi Susilo, mengatakan keputusan menutup perusahaan diambil setelah perusahaan terus mengalami kerugian sejak pandemi COVID-19.

Alasan kenapa Samwon ini tutup, ya karena memang dari pasca COVID itu sampai sekarang kita mengalami kerugian yang terus-menerus. Kemudian untuk karyawan memang tidak bisa dihindari kita harus ambil langkah PHK,” kata Taufan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Taufan, sekitar 680 pekerja terdampak PHK. Seluruh hak normatif karyawan akan dibayarkan pada hari kerja terakhir, yakni 31 Juli 2026.

“Hak-hak mereka nanti akan kami berikan pesangon, penghargaan masa kerja, sisa cuti tahunan yang belum diambil. Itu nanti akan kita bayarkan di tanggal 31 Juli, di hari terakhir mereka bekerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembayaran pesangon dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bagi perusahaan yang tutup karena mengalami kerugian. Sementara penghargaan masa kerja dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai aturan.

“Pesangon juga dikarenakan pabrik ini merugi, ya kita sesuai ketentuan kita bayar 50 persen,” jelasnya.

Taufan memastikan operasional PT Samwon Busana Indonesia Jepara benar-benar berakhir dan bukan dipindahkan ke daerah lain. Hari kerja terakhir karyawan jatuh pada 31 Juli 2026, sedangkan mulai 1 Agustus perusahaan resmi berhenti beroperasi.

Ia menyebut sebelum pandemi COVID-19, pabrik tersebut pernah mempekerjakan hingga sekitar 2.200 orang. Namun seiring menurunnya pesanan dari pembeli luar negeri, jumlah tenaga kerja terus berkurang. Sebagian besar pengurangan sebelumnya terjadi karena karyawan mengundurkan diri dan tidak dilakukan penggantian.

Penurunan pesanan, kata Taufan, mulai terasa paling signifikan pada periode 2023 hingga 2024. Mayoritas produk PT Samwon dipasarkan ke Amerika Serikat sehingga penurunan permintaan global menjadi faktor utama yang memukul kinerja perusahaan.

“Sebenarnya iklim investasinya bagus, ketersediaan tenaga kerja juga banyak. Cuma ya itu tadi, karena kita kembali pada order. Kalau order-nya enggak ada kan kita juga enggak bisa bertahan,” pungkasnya.

Meski pabrik di Jepara resmi ditutup, Taufan memastikan operasional PT Samwon di Semarang hingga kini masih berjalan normal dan belum ada rencana penghentian kegiatan usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *