Berita

Sopir Truk Maut Jepara Dipastikan Tak Kabur, Polisi: Sempat Antar Barang Lalu Melapor

12
×

Sopir Truk Maut Jepara Dipastikan Tak Kabur, Polisi: Sempat Antar Barang Lalu Melapor<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260728_145650_692.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Satlantas Polres Jepara memastikan sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan maut hingga menewaskan wanita pengendara sepeda motor di Jalan Raya Jepara–Bangsri, Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, tidak melarikan diri setelah kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, Iptu Ahmad Riyanto, mengatakan kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.40 WIB itu bermula saat truk Isuzu Tronton bernomor polisi K 9786 HC melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dan hendak mendahului sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Saimatun (49), warga Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji.

“Jadi dari KBM truk melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dengan kecepatan sedang. Saat sampai di TKP hendak mendahului sepeda motor yang ada di depannya. Karena jaraknya terlalu dekat sehingga terjadi singgungan dan pengendara terjatuh,” kata Iptu Ahmad Riyanto, Selasa (28/7/2026).

Korban mengalami sejumlah luka dan sempat mendapatkan penanganan medis di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Untuk kondisi dari pengendara sepeda motor pada saat di TKP masih luka. Kemudian dibawa ke rumah sakit, setelah di rumah sakit dilakukan pertolongan dari petugas rumah sakit, namun tidak terselamatkan, jadi meninggal dunia,” ujarnya.

Terkait informasi yang beredar, polisi menegaskan sopir truk bernama Khusnul Imron (49), warga Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, tidak kabur usai kecelakaan.

Setelah kejadian, sopir lebih dahulu mengantarkan muatan sebelum mendatangi kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Jepara untuk melaporkan peristiwa tersebut.

“Untuk melarikan dirinya tidak. Setelah kejadian, yang bersangkutan ini mengantar barang terlebih dahulu, setelah mengantar barang terus kemudian datang ke kantor Unit Gakkum untuk melaporkan kejadian kecelakaan,” jelas Ahmad Riyanto.

Dari hasil pemeriksaan awal, sopir mengaku tidak sengaja menyenggol sepeda motor saat berusaha mendahului kendaraan di depannya. Polisi menyebut kurangnya konsentrasi dan jarak yang terlalu dekat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Dari sopir ini menyampaikan dia sebenarnya tidak sengaja. Karena mendahului ini jaraknya mungkin terlalu dekat. Karena pada saat mendahuluinya dia tidak begitu konsentrasi saat mendahului,” pungkasnya.

Saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sopir, kernet, serta sejumlah saksi untuk melengkapi penyidikan kecelakaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *