Jepara – Puluhan siswa SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga setelah sebagian bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat robohnya material struktur atap. Demi alasan keselamatan, tiga ruang belajar dikosongkan dan direlokasi sementara.
Kepala SDN 1 Tedunan, Kresna Amiruddin, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7/2026) sore, tepat sehari sebelum masuk sekolah usai libur semester. Saat itu penjaga sekolah tengah membersihkan ruang guru sebagai persiapan kegiatan belajar.
“Itu kejadiannya tanggal 12 Juli, sekitar pukul 15.45 WIB. Saat penjaga sekolah membersihkan ruang guru terdengar suara benda jatuh sangat keras. Setelah dicek ternyata ada beberapa material cor yang roboh dan menimpa filling cabinet. Karena masih masa libur sekolah, tidak ada orang di lokasi sehingga tidak ada korban,” kata Kresna Kamis (30/7/2026).
Setelah menerima laporan, Kresna langsung mendatangi sekolah sekitar pukul 17.00 WIB. Dari hasil pengecekan, ia menemukan tanda-tanda kerusakan tidak hanya di ruang guru, tetapi juga pada bangunan kelas di sebelahnya.
“Saat saya cek, plafon ruang kelas 4 sudah mulai melengkung. Setelah saya lihat dari luar, struktur atapnya juga melengkung. Artinya kemungkinan ada struktur bangunan di bagian atas yang sudah mulai rusak,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sedikitnya tiga ruangan harus dikosongkan, yakni ruang guru, ruang kelas 4, dan ruang kelas 5. Namun, pihak sekolah diminta tetap mewaspadai kemungkinan kerusakan pada ruang kelas lainnya.
“Ruangan yang terdampak sementara ada tiga, yaitu ruang guru, kelas 4, dan kelas 5. Bahkan dari Dinas Dikpora juga menyampaikan tidak menutup kemungkinan ruang kelas 2 dan kelas 3 mengalami kondisi yang sama. Demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak, kami disarankan melakukan relokasi sementara,” jelasnya.
Untuk sementara, kegiatan belajar bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 dipindahkan ke rumah warga yang berada di belakang kompleks sekolah. Ketiga kelas tersebut menampung sekitar 83 siswa, terdiri dari 28 siswa kelas 4, 28 siswa kelas 5, dan 27 siswa kelas 6. Secara keseluruhan, SDN 1 Tedunan memiliki 157 siswa.
Kresna mengatakan relokasi akan berlangsung hingga kondisi bangunan dinyatakan aman. Saat ini Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Jepara tengah mengupayakan perbaikan melalui skema Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Untuk relokasi sampai kapan kami belum bisa memastikan. Hari ini Dinas Dikpora sedang mengupayakan agar perbaikan sekolah bisa masuk dalam Bantuan Tidak Terduga (BTT), sehingga proses penanganan dapat segera dilakukan,” pungkasnya.












