He&She

Pelukis Muda Asal Jepara Bima Alamsyah Pilih Lukis Tokoh Perjuangan untuk Kenalkan Sejarah ke Generasi Muda

8
×

Pelukis Muda Asal Jepara Bima Alamsyah Pilih Lukis Tokoh Perjuangan untuk Kenalkan Sejarah ke Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Jepara – Berawal dari hobi menggambar sketsa dan anime, Bima Alamsyah (26), warga Desa Kwasen, Kecamatan Jepara, kini menekuni dunia seni lukis sebagai sumber penghasilan sekaligus sarana mengenalkan tokoh-tokoh perjuangan kepada generasi muda.

Ketertarikan Bima terhadap dunia melukis bermula dari kebiasaannya membuat sketsa kasar. Sang ayah kemudian mendorongnya untuk menggambar objek yang lebih mudah dikenali sehingga karyanya memiliki nilai jual.

“Awalnya itu dari hobi, Mas. Hobi sketsa-sketsa kasar, gambar anime gitu. Cuma, Bapak menyarankan, mending kamu gambar yang bisa dikenali saja,” ujar Bima Jumat (7/8/2026).

Sebelum menekuni dunia seni, Bima sempat bekerja di sebuah pabrik di Bandung yang bergerak di bidang produksi perhiasan. Pekerjaan tersebut dijalaninya selama hampir dua tahun sebelum akhirnya kembali ke Jepara sekitar 2021.

Setelah pulang ke kampung halaman, Bima memutuskan untuk lebih serius mengembangkan kemampuannya di bidang kesenian, khususnya melukis. Salah satu fokus yang kemudian digelutinya adalah melukis tokoh-tokoh yang dinilai memiliki pengaruh dan kisah perjuangan.

Menurutnya, karya tersebut tidak sekadar untuk dijual, tetapi juga menjadi media agar generasi muda kembali mengenal sejarah dan sosok-sosok yang pernah berjuang.

“Karena saya ingin generasi muda itu mengingat sejarah, mengingat perjuangan pada zaman dahulu. Siapa tahu kalau saya bikin konten tokoh-tokoh perjuangan, anak-anak zaman sekarang jadi teringat, oh ternyata begini lho, ada tokoh yang dulu pernah berjuang,” jelasnya.

Sejumlah tokoh yang pernah dituangkan Bima ke dalam kanvas di antaranya Soekarno, Cak Nun, Gus Dur, hingga tokoh lain yang dianggapnya mampu memberikan motivasi. Ia mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika melukis sosok yang sebelumnya telah memberikan inspirasi bagi dirinya.

Selain lukisan tokoh, Bima juga menerima pesanan berbagai objek, seperti Vespa dan lukisan tokoh Habib Umar. Pasarnya kini tidak hanya berasal dari Jepara, tetapi juga banyak datang dari wilayah Jabodetabek.

Untuk karya di atas kanvas, harga lukisan Bima dibanderol mulai Rp1 juta untuk ukuran 60 x 40 sentimeter. Sementara karya berukuran paling besar yang saat ini dikerjakannya mencapai 1,5 x 1 meter dengan harga sekitar Rp5 juta.

Dalam mengembangkan kiprahnya, Bima juga aktif mengikuti berbagai pameran. Di Jepara, ia mengaku hampir selalu ikut ketika terdapat pameran seni. Sementara untuk pameran di luar kota, ia pernah mengikuti Pameran Hari Menggambar Nasional di RJ Katamsi, ISI Yogyakarta.

Bima juga tergabung dalam Komunitas Perupa Art Jepara. Baginya, komunitas menjadi salah satu ruang untuk terus mengembangkan karya sekaligus memperluas jejaring di dunia seni.

Dedikasinya terhadap seni lukis pun terus ia kembangkan. Dari hobi membuat sketsa hingga menjadikan lukisan sebagai profesi, Bima berharap karya-karyanya tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan dan mengenalkan kembali sosok-sosok inspiratif kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *