Turis

Asal Usul Adon-Adon Coro, Minuman Tradisional Khas Jepara

23
×

Asal Usul Adon-Adon Coro, Minuman Tradisional Khas Jepara

Sebarkan artikel ini

Adon-Adon Coro merupakan salah satu minuman tradisional khas Kabupaten Jepara yang telah dikenal secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir utara Jawa. Minuman ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional masyarakat dalam mengolah bahan-bahan alami berbasis rempah.


Secara etimologis, istilah “adon-adon” berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti “mengolah” atau “meracik”. Sementara kata “coro” diyakini berasal dari kata “cara”, yang merujuk pada metode atau proses pembuatan minuman tersebut. Dengan demikian, Adon-Adon Coro dapat dimaknai sebagai minuman yang dibuat melalui proses pengolahan atau racikan khusus.


Berdasarkan cerita lisan yang berkembang di masyarakat, Adon-Adon Coro telah ada sejak masa lampau, bahkan disebut-sebut sudah dikenal sejak era Raden Ajeng Kartini. Konon, minuman ini menjadi salah satu hidangan yang disukai oleh tokoh emansipasi perempuan tersebut.

Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti tertulis yang secara pasti menguatkan kisah tersebut, sehingga masih dikategorikan sebagai bagian dari folklor atau tradisi tutur masyarakat.


Adon-Adon Coro awalnya banyak dijumpai di lingkungan pedesaan dan disajikan dalam berbagai kesempatan, seperti acara keluarga, tradisi masyarakat, hingga sebagai hidangan untuk menjamu tamu.


Minuman ini dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar, seperti santan kelapa, jahe, gula merah, serta potongan kelapa muda atau kelapa bakar.


Keunikan Adon-Adon Coro terletak pada teksturnya yang cenderung cair, berbeda dengan minuman serupa dari daerah lain.

Rasa hangat dari jahe berpadu dengan gurihnya santan dan manisnya gula merah menciptakan cita rasa khas yang mencerminkan karakter kuliner pesisir Jepara.


Seiring perkembangan zaman, keberadaan Adon-Adon Coro sempat mengalami penurunan popularitas, terutama di kalangan generasi muda. Meski demikian, upaya pelestarian terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah melalui pendataan sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), serta pengajuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Kini, Adon-Adon Coro tidak hanya dipandang sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Jepara yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *