Berita

Jelang Iduladha 2026, DKPP Jepara Intensif Awasi Hewan Kurban dari Luar Daerah

5
×

Jelang Iduladha 2026, DKPP Jepara Intensif Awasi Hewan Kurban dari Luar Daerah<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_260507_185320_647.sdocx-->

Sebarkan artikel ini

Jepara – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara mulai mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak dari luar daerah yang terindikasi tidak sehat.


Kepala DKPP Jepara, Mudhofir mengatakan pihaknya rutin melakukan vaksinasi, pemberian vitamin, hingga pengecekan langsung ke kandang-kandang peternak guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.


“Yang pertama adalah kita siapkan hewan kurban yang ada di masyarakat dengan menjaga kesehatannya. Kami lakukan vaksinasi, kemudian juga pemberian vitamin. Kita turun ke kandang-kandang,” kata Mudhofir, Kamis (7/5/2026).


Selain pembinaan kepada peternak, DKPP juga melakukan pengawasan di sejumlah pasar hewan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah adanya hewan ternak dari luar daerah yang sakit namun tetap diperjualbelikan.


“Setiap pasar kita turun untuk mengecek terkait kesehatannya. Karena dari tahun ke tahun kita temukan oknum yang memperjualbelikan hewan ternak lintas daerah yang kondisinya tidak sepenuhnya sehat,” ujarnya.


Dalam pemeriksaan di lapangan, DKPP masih menemukan sejumlah penyakit umum pada hewan ternak seperti parasit, gangguan mata, hingga gangguan pencernaan akibat cuaca.


“Yang ditemukan penyakit-penyakit umum seperti parasit, gangguan di mata, kemudian gangguan pencernaan. Cuaca seperti ini memang rawan menyebabkan gangguan pencernaan pada ternak,” jelasnya.


Meski demikian, Mudhofir memastikan kondisi hewan kurban di Jepara secara umum masih aman. Namun, ia mengimbau peternak maupun pedagang untuk tidak memotong hewan yang sedang sakit sebelum kondisinya benar-benar pulih.


DKPP Jepara juga masih mewaspadai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang hingga kini masih menjadi ancaman utama pada ternak.


“Kita masih prioritas, ranking satu masih PMK, ranking duanya LSD. Sebenarnya masih ada, cuma masyarakat sekarang sudah mulai paham dan bisa melakukan antisipasi,” ungkapnya.


Sementara itu, menjelang Iduladha harga hewan kurban di Jepara mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga rata-rata mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor dibanding hari biasa.


“Sudah naik rata-rata satu sampai satu setengah juta. Tapi masih kategori normal karena permintaan mulai meningkat menjelang kurban,” pungkas Mudhofir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *