Jepara – Peringatan Hari Kartini 21 April membawa dampak signifikan terhadap kunjungan di Museum R.A. Kartini. Ribuan pengunjung memadati museum yang menjadi ikon sejarah emansipasi perempuan tersebut, Senin (21/4/2026).
Pemandu museum, Riza Khaerul Anwar, menyebutkan lonjakan pengunjung terjadi sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai daerah dan didominasi pelajar, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak yang datang mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap Raden Ajeng Kartini,” ujarnya Selasa (21/4/2026).
Museum R.A. Kartini sendiri dibangun pada 1975 dan diresmikan pada 21 April 1977. Museum ini menjadi pusat edukasi sejarah yang menyimpan berbagai peninggalan penting terkait kehidupan Kartini dan perkembangan Jepara.
Terdapat empat ruang utama yang dapat dijelajahi pengunjung, yakni Ruang Kartini, Ruang Jepara Kuno, Ruang Darusalam, dan Ruang Kerajinan. Setiap ruang menyajikan koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan budaya lokal.
Meski bertepatan dengan hari besar nasional, tarif tiket masuk tetap mengacu pada peraturan daerah tanpa potongan khusus.
“Harga tiket ditetapkan Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp8.000 untuk dewasa,” ujarnya.
Namun, pengelola memberikan potongan harga sebesar 10 persen bagi pengunjung rombongan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan edukasi.
Salah satu pengunjung asal Tuban, Shifa, mengaku terkesan dengan koleksi dan penyajian informasi di museum tersebut.
“Ini pertama kali saya ke sini. Sejarahnya lengkap, ada peninggalan seperti kursi dan kereta yang digunakan Kartini. Sangat menarik dan edukatif,” katanya.
Ia menilai, semangat Kartini masih relevan hingga kini, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan gender bagi perempuan Indonesia.
“Perempuan Indonesia itu hebat. Kartini sudah membuka jalan untuk kesetaraan antara perempuan dan laki-laki,” tambahnya.
Selain mengunjungi museum, Shifa bersama rombongannya juga berencana melanjutkan perjalanan ke Pantai Kartini dan museum di kawasan pendopo untuk menelusuri jejak sejarah Kartini di kota kelahirannya.
Keberadaan beberapa destinasi wisata sejarah di Jepara dinilai membantu mengurai kepadatan pengunjung, sekaligus memberikan pilihan wisata edukatif yang beragam selama peringatan Hari Kartini.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap hidup dan terus menginspirasi generasi muda di berbagai daerah.












