Berita

Penemuan Mayat Tanpa Busana di Kebun Tebu Gegerkan Warga Mayong

19
×

Penemuan Mayat Tanpa Busana di Kebun Tebu Gegerkan Warga Mayong

Sebarkan artikel ini

Jepara – Warga Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa busana di area kebun tebu pada Kamis (14/5/2026) siang.

Korban diketahui bernama Sudirno (66), warga Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Jenazah ditemukan di kebun tebu milik warga bernama Nurhadi yang berada di Dukuh Cikal, Desa Sengonbugel.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, mayat pertama kali ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB oleh dua pekerja yang sedang membersihkan rumput liar di belakang tembok PT Kanindo Makmur Jaya 1.

“Awalnya saksi melihat ada beberapa pohon tebu roboh berserakan. Karena penasaran kemudian didekati dan ternyata ada seorang laki-laki tergeletak dalam kondisi tanpa busana,” ujar Wildan, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, kedua saksi kemudian memeriksa kondisi korban dan mendapati korban sudah meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke petugas keamanan perusahaan dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Setelah menerima laporan, anggota kami bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter Puskesmas Mayong 2, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda penganiayaan. Kaku mayat diperkirakan sudah lebih dari enam jam,” jelasnya.

Polisi juga memperoleh keterangan dari pihak keluarga bahwa korban diketahui mengalami pikun dan telah meninggalkan rumah sejak sekitar dua pekan lalu. Selama itu keluarga sudah berupaya mencari korban namun belum berhasil ditemukan.

“Menurut keterangan keluarga, korban sudah pikun dan pergi dari rumah sekitar dua minggu lalu. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit atau kelaparan,” ungkap Wildan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *