Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai membongkar sejumlah bangunan di kompleks Pendopo R.A. Kartini untuk pembangunan rumah dinas baru Bupati Jepara. Proyek senilai Rp4 miliar itu akan mengusung konsep Joglo khas Jepara dan dibangun di sisi utara pendopo.
Bangunan yang dibongkar meliputi rumah dinas bagian umum, gudang, hingga area depan kantin utara. Aktivitas pemindahan barang seperti meja, kursi, dan lemari mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengatakan rumah dinas baru tersebut memiliki luas sekitar 408 meter persegi dan dibiayai melalui APBD 2026.
“Pagu anggaran untuk pembangunan tahun 2026 sebesar Rp4 miliar. Bangunan menggunakan Joglo khas Jepara,” kata Hery, Jumat (15/5/2026).
Selain membangun rumah dinas, Pemkab Jepara juga akan menata ulang kawasan belakang Pendopo Kartini. Salah satunya dengan membuat akses pintu gerbang baru di antara TK Pertiwi dan area kantin yang ada saat ini.
“Saat ini kami sedang menyiapkan dokumen untuk proses tender. Targetnya pertengahan Juni sudah selesai,” ujarnya.
Jika proses lelang berjalan sesuai rencana, pembangunan akan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
“Untuk pelaksanaan pembangunan direncanakan sampai akhir November 2026,” lanjut Hery.
Menurutnya, konsep Joglo dipilih langsung oleh Bupati Jepara agar rumah dinas tetap memiliki nuansa Jawa yang kuat dan selaras dengan kawasan Pendopo Kartini yang kini telah difungsikan sebagai museum.
“Rumah dinas nantinya akan terintegrasi dengan Pendopo, dengan sentuhan filosofi Jawa yang kental. Baik bangunan maupun tata ruangnya mencerminkan identitas Jepara,” jelasnya.
Diketahui, Pendopo R.A. Kartini sebelumnya merupakan rumah dinas resmi bupati. Namun sejak 15 November 2025, bangunan bersejarah tersebut resmi dialihfungsikan menjadi Museum R.A. Kartini. Kini, bupati hanya menempati satu ruang khusus di area dalam pendopo.
Pembangunan rumah dinas baru ini menjadi bagian dari penataan kawasan pusat pemerintahan Jepara, di tengah upaya menjaga nilai sejarah Pendopo Kartini sekaligus menghadirkan wajah baru birokrasi dengan sentuhan arsitektur tradisional Jawa.












