Jepara – Sebanyak 263,7 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan Gerakan Mageri Segoro yang digelar di Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Sekitar 400 peserta terlibat dalam aksi bersih pantai dan penanaman pohon di kawasan pesisir. Sampah yang terkumpul berasal dari hasil pembersihan pantai serta sampah terpilah yang dibawa peserta dari rumah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Samiadji, mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo. Setelah itu, peserta melakukan penanaman pohon cemara dan ketapang sebelum melaksanakan aksi bersih pantai.
Samiadji mengatakan kondisi sampah di kawasan pesisir Jepara pada musim kemarau tahun ini relatif lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah sampah tidak begitu menumpuk. Biasanya sampai ber-dump-dump truk. Karena kawasan ini menjadi muara, sampah dari wilayah hulu ikut terbawa ke pantai,” kata Samiadji.
Menurutnya, berkurangnya volume sampah yang ditemukan di pesisir menjadi indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Namun, upaya edukasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Menjaga kebersihan pesisir tidak bisa dilakukan sesaat. Masyarakat perlu terus diedukasi agar tidak membuang sampah ke sungai yang akhirnya bermuara ke laut,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Nexon Hasiholan, menjelaskan peserta dibagi ke dalam tiga zona pembersihan untuk memaksimalkan jangkauan area yang dibersihkan.
“Seluruh sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam kantong sampah, kemudian ditimbang untuk dilaporkan dalam program Indonesia Asri,” jelas Nexon.
Usai aksi bersih pantai, peserta mengikuti penimbangan sampah dan telekonferensi bersama Presiden serta Gubernur Jawa Tengah sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Nexon menilai kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan pantai dan laut merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Sebagai perbandingan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 yang digelar di Pantai Tanggultlare, Kecamatan Kedung, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 739 kilogram. Tahun ini, volume sampah yang terkumpul lebih rendah, seiring kondisi pesisir yang dinilai lebih bersih dibanding tahun sebelumnya.












