Jepara – Sebanyak 123 orang yang terdiri dari 110 siswa dan 13 guru SMP Negeri 2 Jepara diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8/2026).
Gejala yang dialami antara lain diare, mual, dan sakit perut. Sejumlah siswa juga sempat mengalami muntah dan kondisi lemas hingga harus dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD).
PIC MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan keluhan mulai diketahui pihak sekolah pada Selasa pagi. Saat proses belajar mengajar berlangsung, sejumlah guru melaporkan banyak siswa yang meminta izin ke toilet secara bergantian.
“Kok banyak anak-anak yang minta izin ke belakang? Dan itu di luar kebiasaan, biasanya cuma satu-dua anak yang minta izin. Kok ini bergantian,” kata Dwika Rabu (5/8/2026).
Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan. Dari hasil pendataan, terdapat 123 orang yang mengalami gejala, terdiri atas 110 siswa dan 13 guru.
“Dari data yang ada kami menyusuri, itu 123, yang terdiri dari 110 anak dan 13 guru,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, empat siswa sempat dibawa ke IGD karena mengalami kondisi lemas. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, keempatnya diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
“Untuk yang kita bawa ke IGD akhirnya empat. Tapi alhamdulillah langsung rawat jalan, boleh pulang,” jelas Dwika.
Sementara itu, pihak sekolah menyebut sebagian besar siswa yang mengalami keluhan sudah kembali mengikuti kegiatan belajar. Hingga Rabu, masih terdapat satu siswa yang belum masuk sekolah karena masih dalam masa pemulihan.
Pihak sekolah juga terus melakukan pendataan ulang untuk memastikan tidak ada tambahan siswa maupun guru yang mengalami gejala serupa.
MBG yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 5. SPPG milik Yayasan Cahaya Arjuna Bangsa tersebut telah memasok makanan untuk SMPN 2 Jepara sejak Maret 2026.
Kepala SPPG Bandengan 5, Tholib Sidiq Hidayat, mengatakan pada Senin menu yang dibagikan berupa beef tariyaki, tumis labu siam dan wortel dengan bumbu kuning, tempe goreng, serta buah semangka. Menu ini sama dengan menu yang dibagikan ke menerima manfaat lainnya.
Untuk SMPN 2 Jepara, SPPG Bandengan 5 mendistribusikan sekitar 1.127 porsi. Secara keseluruhan, dapur tersebut menyiapkan sekitar 2.144 porsi untuk penerima manfaat lainnya.
Tholib menyebut sejauh ini tidak ada laporan serupa dari penerima MBG di lokasi lain yang mendapatkan pasokan dari dapurnya.
“Alhamdulillah tidak ada di tempat lain, Jadi hanya SMP 2 saja,” kata Tholib.
Pihak dapur MBG juga menyatakan siap bertanggung jawab terhadap siswa yang terdampak. Salah satunya dengan membantu biaya pengobatan serta memberikan kompensasi kepada penerima yang mengalami keluhan.
“Kita kasih ganti rugi, biaya berobat. Untuk anak-anak yang tidak terlalu parah, kita minta tolong ke pihak sekolah untuk memberi permintaan maaf. Itu kita kasih juga,” ujarnya.
Tholib menegaskan bantuan tersebut diberikan kepada pihak yang terdampak sebagai bentuk tanggung jawab dari dapur penyedia MBG.
Pihak sekolah bersama pengelola SPPG juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa dan guru. Dugaan penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.












