Berita

Pengelolaan Sampah Diharapkan Masuk Kurikulum Sekolah, Jepara Siapkan Generasi Emas 2045

11
×

Pengelolaan Sampah Diharapkan Masuk Kurikulum Sekolah, Jepara Siapkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Jepara – Persoalan sampah di Kabupaten Jepara kini tak lagi dipandang sebagai masalah sepele. Pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ), Anis Surahman, mendorong agar edukasi pengelolaan dan daur ulang sampah masuk ke dalam kurikulum sekolah sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Hal itu disampaikan saat launching Kurikulum Sampah bertajuk “Edukasi Sampah untuk Generasi Indonesia Emas” di Pendapa Kartini Jepara, Jumat (29/5/2026).

Menurut Anis Surahman, peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat membuat volume sampah di Jepara terus melonjak setiap tahun. Jika tidak ditangani serius, persoalan tersebut bisa menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau sampah terus dibiarkan tanpa pengelolaan yang benar, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi masa depan generasi kita juga ikut terancam,” tegas Anis Surahman.

Ia menilai edukasi pengelolaan sampah tidak cukup hanya menyasar kalangan ibu rumah tangga, namun harus mulai diterapkan di sekolah-sekolah melalui pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak Jepara tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya karakter peduli lingkungan dan mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Anis juga menekankan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi gerakan bersama demi menciptakan budaya baru yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan alam.

“Kurikulum sampah ini bukan sekadar teori di kelas. Ini gerakan membangun kebiasaan baru agar generasi muda tidak menjadi penyumbang sampah, tetapi menjadi solusi bagi lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar mengapresiasi langkah BSIJ yang dinilai visioner dan sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Persoalan sampah hari ini sudah darurat. Kalau tidak dimulai dari pendidikan sejak dini, kita akan menghadapi krisis lingkungan yang lebih besar di masa depan,” kata Gus Hajar.

Menurutnya, Kurikulum Sampah menjadi investasi jangka panjang dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk mulai disiplin menjaga kebersihan dengan membuang dan memilah sampah sejak dari rumah.

“Jangan tunggu sungai tercemar, jangan tunggu sampah menggunung baru kita bergerak. Lingkungan bersih lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama setiap hari,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *