Jepara – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji Kabupaten Jepara. Dua jemaah asal Jepara dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati, Jumat (5/6/2026), mengatakan dua jemaah yang meninggal dunia adalah Sutrisno Sabar Matkasan (84)warga Kecamatan Nalumsari dan Ngadiono Rohmad (57) warga Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan.
Siti menjelaskan, Sutrisno yang tergabung dalam Kloter 38 meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2026) pukul 04.30 waktu Arab Saudi di hotel tempatnya menginap di Makkah.
Sementara itu, Ngadiono Rohmad dari Kloter 37 meninggal dunia pada Kamis (4/6/2026) pukul 10.48 waktu Arab Saudi di Rumah Sakit King Faisal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis.
“Yang terakhir sebelum meninggal itu pagi hari dibawa ke KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia), kemudian dirujuk ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit tidak lama kemudian beliau meninggal dunia sekitar pukul 10.48 waktu Arab Saudi,” kata Siti Zuliyati.
Menurutnya, Ngadiono merupakan jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti) dan sebelumnya telah beberapa kali menjalani perawatan.
“Iya, dia termasuk kategori risti atau risiko tinggi. Tapi alhamdulillah masih bisa melaksanakan ibadah haji sampai selesai,” ujarnya.
Meski memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, kedua jemaah tersebut telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah wajib dan rukun haji sebelum wafat.
“Tapi alhamdulillah, dua-duanya sudah melaksanakan ibadah haji, mulai dari rukun dan wajib hajinya sudah dilaksanakan semuanya di sana,” ungkap Siti.
Siti menambahkan, jenazah kedua jemaah dimakamkan di Makam Soraya, Makkah. Khusus Ngadiono Rohmad, sebelum dimakamkan jenazahnya disalatkan terlebih dahulu di Masjidil Haram usai salat Asar.
Untuk Sutrisno, meskipun berstatus jemaah lanjut usia prioritas, ia tetap mampu menjalankan rangkaian ibadah haji secara mandiri tanpa mengikuti safari wukuf.
“Pak Sutrisno malah bisa mengikuti ibadah haji dan melaksanakan sendiri, tidak safari wukuf. Kalau Pak Ngadiono kemarin ikut safari wukuf karena kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Di tengah kabar duka tersebut, Siti memastikan kondisi mayoritas jemaah haji asal Jepara saat ini dalam keadaan baik. Setelah menyelesaikan rukun dan wajib haji, para jemaah kini menjalani berbagai amalan sunnah selama berada di Tanah Suci.
“Sampai saat ini alhamdulillah jemaah haji Jepara sehat. Karena sekarang tinggal melaksanakan ibadah sunah, seperti iktikaf, tawaf, tadarus Al-Qur’an, dan amalan ibadah lainnya,” tandasnya.












