Jepara – Jeger Tong beringas menyedot pasir laut. Akibatnya ekosistem bawah laut porak poranda. Terumbu karang sebagai rumah ikan pun luluh lantak.
Ikan yang paling merasakan dampak kerakusan Jeger Tong salah satunya adalah Jarbuarong. Tidak hanya kehilangan rumah, Jarbuarong juga kehilangan anggota keluarganya.
Lantas, Jarbuarong pun hengkang dari kampung halaman dalam kondisi tak berdaya. Jarbuarongan terombang-ambing terbawa arus laut.
Kehidupan bawah laut tak hanya terusik ulah Jager Tong. Legenda makluk buas, tuan Bongkeng, yang muncul ke permukaan pun mengusik keceriaan Silago dan Barbaron.
Tuang Bongkeng yang tak pernah kenyang, semena-mena memerintah Silago dan Barbaron berburu Petrojeli, makanan utama Taun Bongkeng.
Namun Silago bersama Barbaron kompak untuk melakukan perlawanan. Mereka tak mau lagi berburu Petrojeli.
Di tengah aksi mangkir berburu Petrojeli, Silago dan Barbaron bersua Jarbuarong.
Ya, itulah sepenggal kisah lakon yang ditampilkan Teater Lentera dari Kabupaten Jepara. Cerita berjudul Jarbuarong itu telah dipentaskan di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 4 Juli 2026.
Sutradara pementasan sekaligus penulis lakon Jarbuarong, Maseko BS, menyampaikan cerita Jarbuarong adalah ihtiar mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi alam, terutama bawah laut. Aktivitas penambangan pasir dan sampah laut dapat menggangu keseimbangan kehidupan kolini ikan dan hewan lainnya seperti terumbu karang.
“Penggarapan pementasan kali ini, kami menggunakan pendekatan teater fantasi. Harapannya pementasan kami dapat dinikmati segala usia, karena kami membawa misi pelestarian lingkungan dan laut,” ujar Maseko usai pementasan, Sabtu, 4 Juli 2026.
Agar misi tersampaikan, sutradara tak hanya mengandalakan pendekatan penggarapan tetaer fantasi, tapi juga mengemas pementasan secara komunikatif. Penonton tidak hanya duduk di bangku penonton, tapi juga terlibat langsung dalam pementasan di atas panggung.
“Penonton kami beri ruang pentas bareng di panggung pada adegannya Jarbuarong, Silago dan Barboron menyusun rencana dan strategi menghadapi Jager Tong dan tuan Bongkeng,” ungkap Maseko.
Pimpimam Produksi, Rhobi Shani, menambahkan lakon Jarbuarong sebelum dipentasan di Kota Cirebon, lebih dulu dipentaskan di Kabupaten Blora dan Banyumas.
“Pentas keliling kali ini kami tidak hanya datang untuk pentas, tapi juga ada lapak buku-buku sastra dan teater,” kata Rhobi.
Pentas keliling ini, ditambahkan Rhobi, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation. Pentas keliling ke berbagai kota juga telah menjadi agenda rutin tiap tahunnya.












